JawaPos.com–Bank BJB memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah guna memperluas akses terhadap perumahan layak dan terjangkau. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sosialisasi Kredit Program Perumahan (KPP), di Kota Cirebon, Kamis (30/10).
”Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Pemerintah Kota Cirebon, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), dan Bank BJB sebagai mitra strategis dalam pembiayaan rumah rakyat,” kata Corporate Secretary Bank BJB Herfinia seperti dilansir dari Antara di Cirebon, Sabtu (1/11).
Dia menjelaskan, Menteri PKP Maruarar Sirait membuka acara tersebut secara langsung, seraya menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah dan sektor perbankan memperluas akses rumah bagi masyarakat. Kegiatan tersebut, menjadi ajang untuk mempertemukan masyarakat, pelaku UMKM, perbankan, pengembang, serta pelaku usaha sektor perumahan.
Dia menilai kehadiran berbagai kalangan ini menunjukkan tingginya antusiasme, terhadap percepatan pembangunan rumah layak huni dan industri sektor perumahan di Jawa Barat. Keterlibatan Bank BJB pada kegiatan tersebut menjadi wujud komitmen perusahaannya, dalam mendukung kebijakan nasional dan daerah di bidang penyediaan rumah rakyat.
”Kegiatan ini turut dihadiri Direktur Utama Bank BJB Yusuf Saadudin, serta Direktur Konsumer dan Ritel Nunung Suhartini,” ungkap Herfinia.
Herfinia menyebutkan melalui program BJB Kredit Program Perumahan, masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dapat memperoleh hunian dengan skema pembiayaan ringan, terjangkau, dan mudah diakses di seluruh jaringan kantor cabang. Pihaknya pun membuka booth informasi di lokasi acara untuk memberikan edukasi kepada masyarakat, terkait berbagai produk pembiayaan rumah dan layanan perbankan konsumer yang mendukung sektor properti.
Menurut dia, sektor perumahan memiliki dampak berantai yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja lokal. Kota Cirebon dinilai strategis, karena berada di jalur utama antara Jakarta dan Jawa Tengah, dengan dukungan infrastruktur seperti jalan tol, rel ganda, dan akses bandara yang meningkatkan daya tarik investasi properti.
”Pertumbuhan positif sektor properti di Cirebon menunjukkan peningkatan permintaan hunian, baik sebagai tempat tinggal maupun investasi, terutama di kawasan dekat fasilitas umum dan industri berkembang,” ujar Herfinia.
Bank BJB menegaskan pentingnya sinergi antara pemerintah, lembaga keuangan, dan masyarakat untuk mewujudkan sistem pembiayaan rumah yang inklusif, berkelanjutan, dan berpihak pada kelompok berpenghasilan rendah. Selain memperluas edukasi pembiayaan, pihaknya memperkenalkan layanan digital yang mempermudah pengajuan kredit rumah secara cepat dan transparan melalui platform daring resmi Bank BJB.
”Kami berkomitmen terus menghadirkan solusi pembiayaan yang relevan bagi masyarakat, sejalan dengan upaya mendukung program pembangunan tiga juta rumah yang dicanangkan pemerintah pusat,” tandas Hernifia.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah