Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Diskatan Sebut Regenerasi Petani Muda di Kuningan Sudah Berjalan

Antara • Rabu, 13 Agustus 2025 | 14:47 WIB
Diskatan Kabupaten Kuningan regenerasi petani. (Fathnur Rohman/Antara)
Diskatan Kabupaten Kuningan regenerasi petani. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan menyebut regenerasi petani muda sudah berjalan. Jumlah petani berusia 19-39 tahun mencapai 10.674 orang atau 17,56 persen dari total 60.797 petani.

Kepala Diskatan Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, komposisi tersebut berarti satu dari enam petani di Kuningan merupakan petani muda. Kondisi itu menjadi modal penting di tengah tren nasional penurunan jumlah petani muda.

”Regenerasi petani bukan sekadar gagasan, tapi sudah berlangsung,” kata Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara.

Selain regenerasi usia, pihaknya mencatat sebanyak 54.453 petani atau 89,55 persen di Kuningan telah memanfaatkan teknologi digital dalam kegiatan pertanian.  Teknologi yang digunakan mencakup aplikasi pertanian, alat berbasis digital, pemasaran hasil panen secara daring, serta sistem irigasi dan pemupukan modern.

”Transformasi ini melibatkan petani lintas generasi,” ujar Wahyu Hidayah.

Dia menyampaikan perkembangan urban farming atau pertanian di lahan terbatas juga, menjadi bagian dari regenerasi petani di wilayah Kabupaten Kuningan,” tutur Wahyu Hidayah.

Berdasar data, kata Wahyu, terdapat 69 rumah tangga dan 69 unit usaha individual di Kuningan yang mengembangkan urban farming. Model ini dinilai potensial digarap generasi muda dan ibu rumah tangga karena tidak memerlukan lahan luas.

Wahyu Hidayah mendorong pelaksanaan urban farming melalui edukasi, penyediaan bibit hortikultura pekarangan, pelatihan, serta kerja sama kelompok tani perempuan. Pihaknya memastikan program untuk memperkuat regenerasi petani saat ini digencarkan meliputi pelatihan dan sekolah lapang bagi petani muda, bantuan alat mesin pertanian, hingga demplot teknologi di desa-desa berbasis ketahanan pangan.

”Diskatan juga bekerja sama dengan perguruan tinggi dan pihak swasta untuk inkubasi petani milenial, serta mendorong peran BUMDes dan UMKM berbasis hasil pertanian,” ungkap Wahyu Hidayah.

Dia menambahkan, regenerasi petani merupakan proses jangka panjang yang membutuhkan waktu, dukungan lintas sektor, dan narasi positif agar anak muda tertarik ke sektor pangan.

”Kami mengajak media, akademisi, komunitas petani, dan masyarakat untuk terlibat aktif membangun gerakan regenerasi petani secara kolaboratif,” ucap Wahyu Hidayah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#pertanian #petani #kabupaten kuningan