JawaPos.com–PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 3 Cirebon fokuskan upaya pemulihan jalur dan evakuasi rangkaian KA Argo Bromo Anggrek yang mengalami anjlok di emplasemen Stasiun Pegaden Baru Subang.
Manager Humas PT KAI Daop 3 Cirebon Muhibbuddin menjelaskan, proses pemulihan difokuskan untuk mempercepat normalisasi perjalanan kereta di lintas utara yang terdampak insiden tersebut. Proses evakuasi rangkaian serta perbaikan rel akan dimaksimalkan setelah kereta penolong tiba di lokasi kejadian mulai Jumat (1/8) malam.
”Kami pastikan semua langkah pemulihan dilakukan dengan cepat dan aman agar perjalanan KA kembali normal secepatnya,” kata Muhibbuddin seperti dilansir dari Antara.
Muhibbuddin mengatakan sebanyak lima rangkaian kereta mengalami anjlok, yakni satu kereta pembangkit, dua kereta kompartemen, dan dua kereta eksekutif. Sedangkan, kata dia, tujuh rangkaian lainnya tidak terdampak serta tetap dalam kondisi aman.
Penumpang langsung dievakuasi dan dialihkan menggunakan kendaraan untuk melanjutkan perjalanan menuju Jakarta. Dari total 259 penumpang di dalam KA tersebut, satu orang mengalami luka ringan dan sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit sebelum diperbolehkan pulang.
Selain itu, PT KAI melakukan pengalihan bagi penumpang KA Brantas relasi Pasar Senen-Blitar menggunakan kendaraan menuju Stasiun Tegal untuk melanjutkan perjalanan.
”Imbas dari kejadian itu, sebanyak 17 perjalanan KA di lintas utara antara Jakarta-Cirebon mengalami keterlambatan,” tutur Muhibbuddin.
Dia menyampaikan PT KAI pun mengalihkan jalur perjalanan beberapa KA yang semula melalui lintas utara, menjadi memutar melalui lintas selatan seperti Tegal-Purwokerto-Kroya-Bandung-Cikampek. Daop 3 Cirebon, berkomitmen memberikan kompensasi sesuai aturan service recovery kepada pelanggan yang terdampak, untuk menjaga kualitas layanan.
”Keselamatan dan kenyamanan penumpang tetap menjadi prioritas utama. Kami terus berupaya agar kejadian serupa tidak terulang,” ucap Muhibbuddin.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah