JawaPos.com–Pejabat Informasi Nasional Pusat Informasi PBB (UNIC) Indonesia Siska Widyawati menyebut Kota Cirebon sebagai daerah yang strategis untuk perluasan kampanye Sustainable Development Goals (SDGs) di tingkat lokal.
Siska dalam kunjungan di Cirebon mengatakan, daerah tersebut memiliki posisi kultural yang unik, baik secara sejarah maupun warisan budaya. Sehingga cocok untuk menjadi titik strategis dalam promosi pembangunan berkelanjutan atau SDGs yang melibatkan generasi muda.
”Cirebon ini potensial karena cukup unik posisinya, baik dari sisi sejarah maupun kebudayaannya,” kata Siska Widyawati seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, kehadiran UNIC di Cirebon bisa menjadi bentuk perluasan jangkauan komunikasi dan edukasi PBB ke berbagai kota di Indonesia. Sehingga tidak hanya terpusat di Jakarta.
Dia menjelaskan, langkah itu selaras dengan upaya PBB dalam memperkenalkan kerja-kerja secara lebih nyata di tengah masyarakat yakni lewat kegiatan promosi, diskusi, hingga pelibatan aktif komunitas lokal. Pihaknya melihat Cirebon sebagai tempat yang tepat untuk mendekatkan isu-isu global kepada masyarakat lokal, terutama menyangkut perubahan iklim, kelautan, dan kebudayaan.
PBB, kata Siska, saat ini tengah berupaya memperkenalkan keberadaan mereka sebagai mitra pembangunan di berbagai sektor yang menyentuh masyarakat langsung.
”Seperti tadi disinggung soal Zero Hunger di Cirebon, itu salah satu bagian dari kerja badan PBB, yakni FAO dan WFP, tetapi memang visibilitas kami masih kurang,” tutur Siska Widyawati.
Dia menyampaikan, pelibatan kota-kota di Indonesia dalam kampanye PBB menjadi penting, untuk memperluas pemahaman publik tentang kehadiran lembaga internasional itu di sektor pembangunan berkelanjutan. Pihaknya juga mengajak Cirebon ikut serta dalam gerakan global Turn the World UN Blue dengan menerangi salah satu landmark kota, menggunakan warna biru sebagai salah satu rangkaian agenda Road to UN Day.
Selain itu, kata dia, UNIC mendorong pemanfaatan museum di daerah sebagai media pembelajaran SDGs.
”Museum adalah ruang strategis untuk menjangkau audiens, khususnya generasi muda,” papar Siska Widyawati.
Secara prinsip, pihaknya ingin lebih banyak menyerap aspirasi generasi muda di daerah, termasuk di Cirebon, sekaligus mengevaluasi peran PBB dalam mendukung isu-isu yang dianggap penting.
”Kehadiran kami di Cirebon ini, dimaksudkan untuk memperkuat dialog dengan generasi muda,” ucap Siska Widyawati.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah