JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Kabupaten Cirebon, mencatat total produksi perikanan di daerah tersebut mencapai 44 ribu ton selama 2024.
Kepala DKPP Kabupaten Cirebon Erus Rusmana mengatakan, dari jumlah tersebut, sebanyak 37.660,35 ton berasal dari subsektor perikanan tangkap. Sementara 7.048,29 ton berasal dari subsektor perikanan air tawar maupun budidaya.
Dia mengatakan besarnya volume produksi tersebut, menunjukkan bahwa sektor perikanan di Kabupaten Cirebon memiliki potensi yang besar untuk terus dikembangkan.
”Produksi ini adalah modal utama kami untuk meningkatkan nilai komoditas perikanan, baik dari sisi volume, mutu, maupun daya saing,” kata Erus Rusmana seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, Pemerintah Kabupaten Cirebon telah merancang sejumlah strategi guna mengoptimalkan potensi sektor perikanan secara berkelanjutan. Salah satu upaya yang dilakukan, yaitu melalui program budi daya berkelanjutan yang mengedepankan praktik ramah lingkungan dan efisien.
Selain itu, pihaknya juga memperkenalkan teknologi anjuran perikanan budi daya kepada para pelaku budidaya agar produktivitas bisa meningkat dengan tetap menjaga kualitas hasil. Erus menyebutkan dukungan lain juga diberikan, berupa bantuan alat tangkap ramah lingkungan kepada nelayan, serta pengembangan infrastruktur utama dan pendukung usaha perikanan.
”Langkah ini bertujuan agar aktivitas usaha perikanan, baik tangkap maupun budidaya, bisa berjalan lebih efisien dan produktif,” ujar Erus Rusmana.
DKPP Kabupaten Cirebon juga mendorong diversifikasi dan hilirisasi produk perikanan, seperti olahan ikan siap konsumsi maupun produk turunan lainnya untuk menambah nilai jual. Pelatihan dan sertifikasi usaha perikanan, sudah diberikan untuk memastikan mutu produk perikanan Cirebon memenuhi standar pasar domestik maupun ekspor.
Tak hanya itu, menurut dia, DKPP juga memfasilitasi kemitraan dan akses permodalan agar pelaku usaha kecil dan menengah di sektor ini memiliki keberlanjutan usaha yang lebih kuat.
”Kami juga aktif mempromosikan produk perikanan lokal agar dikenal lebih luas dan berdaya saing di pasar regional dan nasional,” terang Erus.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah