Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Kisah Menarik di Balik Sejarah Terbentuknya Waduk Darma Kuningan yang Perlu Kamu Ketahui

Arsyad Dena Mukhtarom • Selasa, 5 November 2024 | 21:45 WIB
Waduk Darma Kuningan yang menyimpan banyak cerita
Waduk Darma Kuningan yang menyimpan banyak cerita

JawaPos.com - Waduk Darma Kuningan mungkin bukan nama yang asing buat kamu yang suka berwisata alam di Jawa Barat. Terletak di tengah-tengah hamparan perbukitan hijau, waduk ini menawarkan pemandangan yang menenangkan sekaligus menyimpan kisah menarik di balik proses pembuatannya. Siapa sangka, di balik perairan tenangnya, tersimpan cerita panjang yang penuh makna bagi masyarakat sekitar.

Waduk Darma di Desa Jagara, Kecamatan Darma, menjadi salah satu tempat wisata andalan Kabupaten Kuningan. Waduk ini memanfaatkan aliran dari beberapa sungai utama, yaitu Sungai Cisanggarung, Cinangka, Cikalapa, dan Cireungit. Berkat aliran air yang stabil, Waduk Darma berfungsi sebagai sumber pengairan yang penting bagi sawah dan kebutuhan masyarakat sekitar.

Awalnya, waduk ini hanyalah sebuah danau kecil yang telah terbentuk sejak awal 1800-an. Saat itu, warga sekitar menggunakan danau tersebut untuk kegiatan sehari-hari, seperti mengairi sawah, menangkap ikan, hingga menjadi tempat bersantai.

Pada era 1920-an, Pemerintah Hindia Belanda mendapat usulan untuk mengubah danau ini menjadi waduk. Usulan tersebut datang dari pengelola pabrik gula yang berharap area ini bisa dimanfaatkan lebih luas. Namun, proses pembangunan terhambat ketika kekuasaan Belanda digantikan Jepang pada tahun 1942.

Setelah sempat terbengkalai, pembangunan Waduk Darma kembali dilanjutkan oleh pemerintah Indonesia. Pengerjaan dimulai pada 1958 dan akhirnya rampung dalam kurun waktu empat tahun.

Legenda Mbah Dalem Cageur dan Pangeran Gencay

Selain fakta sejarah, Waduk Darma juga memiliki kisah legenda yang melekat dalam masyarakat. Cerita ini berpusat pada sosok Mbah Dalem Cageur, seorang tokoh yang diyakini menjadi pengaruh kuat dalam pembentukan waduk ini. Menurut cerita turun-temurun, waduk ini awalnya adalah tempat bermain bagi Pangeran Gencay, putra kesayangan Mbah Dalem Cageur.

Dikisahkan, Mbah Dalem Cageur menyajikan hidangan besar untuk perjamuan yang disiapkan di bukit. Karena skala perjamuan yang besar, proses memasak nasi dilakukan di sebuah bukit yang kini dikenal sebagai 'Bukit Pangliwetan'.

Tak hanya itu, Mbah Dalem Cageur juga membuat perahu jati besar khusus untuk Pangeran Gencay dan teman-temannya bermain di waduk. Ketika Pangeran Gencay menaiki perahu, masyarakat sekitar akan menabuh gamelan yang kini disebut 'Muncul Goong'.

Namun, nasib tragis menimpa Pangeran Gencay. Ia dan teman-temannya tenggelam ketika perahu yang mereka tumpangi mengalami kerusakan. Tempat kejadian ini kemudian dinamai 'Labuhan Bulan' karena tragedi tersebut terjadi saat bulan purnama.

Kini, Waduk Darma telah menjelma menjadi destinasi wisata yang sangat membanggakan. Berkat revitalisasi yang dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat, pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas, seperti jalur pedestrian yang nyaman, gazebo untuk bersantai, taman hijau, dan area kuliner.

Dengan fasilitas yang memadai serta suasana asri yang dikelilingi perbukitan, Waduk Darma sukses memikat banyak pengunjung. Selain menjadi tempat rekreasi, waduk ini juga menyuguhkan pengalaman unik yang kaya sejarah dan legenda, menjadikannya salah satu tujuan wisata yang wajib dikunjungi. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#sejarah terbentuknya waduk darma kuningan