JawaPos.com - Banyak orang bertanya-tanya mengenai suku apa yang sebenarnya dimiliki oleh masyarakat Cirebon. Letak geografis Cirebon yang berada di Jawa Barat seringkali membuat orang berasumsi bahwa penduduknya adalah suku Sunda. Namun, kenyataannya lebih kompleks. Banyak masyarakat Cirebon yang berbicara dalam bahasa Jawa, sementara yang lainnya menggunakan bahasa Sunda. Hal ini membuat identitas suku Cirebon menjadi kabur.
Melansir dari situs resmi Pemerintah Kota Cirebon, kota ini terletak pada titik koordinat 108º33 Bujur Timur dan 6º41 Lintang Selatan, tepat pada pantai Utara Pulau Jawa, bagian timur Jawa Barat. Kota Cirebon secara geografis, memanjang dari arah barat ke timur ±11 Km dengan ketinggian dari permukaan laut ±5 M (termasuk dataran rendah).
Jika ingin mengetahui suku asli masyarakat Cirebon, kita juga harus menelusuri asal-usul dari Kota Cirebon. Dahulu kala, dilansir dari akun YouTube @Catatanmedia, Cirebon bukanlah sebuah kota, melainkan dukuh kecil yang didirikan oleh seorang laki-laki bernama Ki Gedeng Tapa. Dukuh ini kemudian berkembang menjadi perkampungan yang cukup ramai dan diberi nama Caruban yang berarti 'campuran'. Nama ini mencerminkan keberagaman penduduknya yang berasal dari berbagai latar belakang.
Seiring waktu, dukuh ini berkembang menjadi kota Cirebon yang kita kenal sekarang. Nama 'Cirebon' sendiri berasal dari kata 'Cai' yang berarti air dan 'Rebon' yang berarti udang kecil. Nama ini muncul karena mayoritas penduduknya bekerja sebagai nelayan penangkap ikan dan rebon, yang digunakan untuk pembuatan terasi. Nama 'Cirebon' sendiri tercipta dari air bekas proses pembuatan terasi.
Jika menengok dari sejarah Kota Cirebon yang dulunya banyak didatangi oleh orang dari berbagai budaya, tidak mengherankan apabila masyarakat Cirebon bisa berbahasa Sunda maupun Jawa. Begitu pula dengan batik Cirebon yang memiliki motif unik yang berbeda dari batik Jawa atau Sunda.
Kemudian, berdasarkan hasil sensus penduduk tahun 2010, 'Cirebon' tercatat sebagai salah satu suku bangsa di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Cirebon memiliki identitas etnis yang berbeda dari suku Sunda atau Jawa. Meskipun letak geografisnya dekat dengan Jawa Barat, budaya dan bahasa yang berkembang di Cirebon memiliki karakteristik tersendiri.
Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa masyarakat Cirebon merupakan suku yang terbentuk dari perpaduan berbagai budaya. Letak geografis yang strategis dan sejarah yang panjang telah menjadikan Cirebon sebagai kota yang kaya akan keberagaman. Masyarakat Cirebon memiliki bahasa, adat istiadat, dan seni budaya yang unik, sehingga layak disebut sebagai suku tersendiri.
Editor : Candra Mega Sari