JawaPos.com–Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Kuningan mendorong regenerasi petani di daerahnya. Yakni dengan menerapkan program sekolah lapang sebagai sarana untuk membina generasi muda agar tertarik pada sektor pertanian.
”Kami intensifkan program ini. Terbaru pada Kamis (31/10), sudah dilakukan di Kecamatan Kadugede, yang pesertanya terdiri dari perwakilan petani muda dan penyuluh pertanian,” kata Kepala DKPP Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara di Kuningan, Jumat (1/11).
Dia menjelaskan, pada pelaksanaan program ini, setiap peserta diberikan pembekalan maupun pelatihan terkait pengetahuan praktis untuk sektor pertanian. Adapun materi pembekalan itu, mulai dari teknik budi daya ramah lingkungan, manajemen usaha tani, hingga penerapan teknologi modern dalam pertanian.
Program itu, kata Wahyu, bertujuan juga memperkuat sinergisitas antara penyuluh dan petani muda untuk mendukung upaya ketahanan pangan di Kabupaten Kuningan.
”Melalui program sekolah lapang, petani muda di Kuningan memperoleh pendampingan langsung dari pemerintah sehingga mereka lebih siap dan berdaya saing,” ujar Wahyu.
Menurut dia, peran generasi muda sangat penting dalam menjaga keberlanjutan sektor pertanian. Khususnya, pada komoditas pangan utama seperti beras, sayuran, dan lainnya.
Khusus pada komoditas beras, dia mengungkapkan, jumlah produksi di Kabupaten Kuningan baru mencapai 30.868 ton gabah kering panen (GKP) hingga September.
”Regenerasi petani bukan sekadar pergantian generasi, tetapi juga untuk mendorong adaptasi terhadap inovasi dan teknologi baru di bidang pertanian,” tutur Wahyu.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Ahli Muda Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Jawa Barat Dindin Syawaludin Pratama mengapresiasi program tersebut. Sebab, bisa memicu regenerasi petani di Kuningan. Pihaknya berharap program sekolah lapang ini dapat menjadi titik awal lahirnya petani-petani muda yang terampil dan inovatif.
”Sehingga dapat membawa sektor pertanian Kabupaten Kuningan lebih baik lagi,” tandas Dindin.
Berdasar proyeksi Bappenas, tambah dia, minat generasi muda terhadap profesi petani dikhawatirkan akan terus menurun dalam 60 tahun mendatang.
”Program ketahanan pangan, energi, dan air sudah menjadi prioritas, seperti yang disampaikan presiden. Regenerasi petani menjadi kunci penting untuk menjaga keberlanjutan ketahanan pangan,” ujar Dindin.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah