Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

OJK Cirebon Edukasi Ratusan UMKM di Kuningan Hindari Pinjol Ilegal

Antara • Minggu, 15 September 2024 | 05:35 WIB
Peserta mengikuti program edukasi dan inklusi keuangan oleh OJK Cirebon di Kuningan, Sabtu (14/9). (Fathnur Rohman/Antara)
Peserta mengikuti program edukasi dan inklusi keuangan oleh OJK Cirebon di Kuningan, Sabtu (14/9). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon menggelar kegiatan edukasi terkait layanan akses permodalan yang aman bagi 300 pelaku UMKM di Kuningan, agar mereka bisa menjalankan bisnis dan terhindar dari pinjaman online (pinjol) ilegal.

”Kegiatan ini merupakan lanjutan dari program Desa Ekosistem Keuangan Inklusif (EKI) yang sudah dimulai sejak awal tahun, khususnya di Desa Karangtawang, Kuningan,” kata Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib seperti dilansir dari Antara di Kuningan.

Dia menjelaskan, kegiatan itu dilakukan melalui program kolaborasi dengan Bank Indonesia, Pemerintah Kabupaten Kuningan, serta industri jasa keuangan di wilayah kerja OJK Cirebon. Kegiatan itu untuk memperkuat pendampingan kepada para pelaku UMKM supaya menjalankan bisnis dengan mengakses layanan pembiayaan yang aman dan legal.

Dalam kegiatan edukasi itu, OJK Cirebon berupaya mendekatkan serta membuka akses layanan keuangan bagi para pelaku UMKM di Desa Karangtawang. Selain itu, para pelaku UMKM juga diberikan informasi mengenai tata cara maupun persyaratan untuk mengakses bantuan pembiayaan yang legal itu.

”Tujuan kami adalah memberikan pemahaman kepada mereka tentang pembiayaan resmi dari industri jasa keuangan, khususnya perbankan,” ujar Agus Muntholib.

Agus menuturkan, kegiatan edukasi itu juga menjadi momentum, guna memberikan pemahaman bagi pelaku UMKM mengenai pentingnya perencanaan keuangan yang baik. Dengan perencanaan yang baik, para pelaku UMKM diharapkan dapat terhindar dari jeratan investasi ilegal, termasuk judi daring dan pinjol ilegal.

”Kami ingin masyarakat lebih waspada terhadap berbagai bentuk investasi bodong yang merugikan,” tutur Agus Muntholib.

Dia menambahkan Desa Karangtawang dikenal dengan produksi emping melinjo sebagai komoditas unggulan, akan tetapi produksi olahan pangan ini sempat terhenti karena tidak ada generasi muda yang melanjutkan. Agus berharap produk unggulan itu bisa menjadi potensi besar untuk memacu pertumbuhan ekonomi di desa tersebut, yang didukung oleh generasi muda setempat.

”Kami mengajak generasi muda untuk bangga akan potensi lokal ini dan turut serta dalam pengembangannya,” ucap Agus Muntholib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #kuningan #umkm #ojk #pinjol