Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Cirebon Kerahkan Kader Jumantik di Setiap Desa Guna Kurangi DBD

Antara • Rabu, 11 September 2024 | 11:53 WIB
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Wahyu Mijaya. (Fathnur Rohman/Antara)
Penjabat (Pj) Bupati Cirebon Wahyu Mijaya. (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Pemkab Cirebon mengerahkan kader juru pemantau jentik (jumantik) pada setiap desa sebagai upaya untuk mengurangi jumlah populasi nyamuk penyebab Demam Berdarah Dengue (DBD).

”Kami mengintensifkan kembali program ini karena penanganan itu bukan hanya urusan Dinas Kesehatan (Dinkes), semua pihak harus bergerak bersama,” kata Penjabat (Pj) Bupati Cirebon seperti dilansir dari Antara Wahyu Mijaya di Cirebon.

Dia menjelaskan, penanganan DBD saat ini menjadi prioritas, karena jumlah penderita penyakit tersebut tergolong banyak di Kabupaten Cirebon. Pihaknya mencatat sampai minggu ke-35 pada 2024 terdapat 1.400 kasus DBD yang sudah ditangani Dinkes Kabupaten Cirebon, dengan enam pasien dinyatakan meninggal dunia.

”Maka dari itu kami berupaya untuk mengerahkan kader jumantik supaya populasi dan kasus DBD di Kabupaten Cirebon menurun,” ujar Wahyu.

Wahyu mengatakan, program jumantik dilaksanakan di tingkat desa atau kelurahan. Nantinya para kader secara rutin memeriksa lokasi yang berpotensi menjadi sarang nyamuk, seperti genangan air di bak mandi, pot bunga, talang air, dan wadah lainnya.

Selain memantau, kata dia, kader jumantik juga bertugas memberikan edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kebersihan lingkungan agar terhindar dari penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti.

Baca Juga: Dishub Jabar Beri 3.000 Tiket Shuttle Gratis Sembilan Travel ke Kertajati Majalengka

”Tujuannya agar masyarakat bersama kader jumantik bisa mencegah sebaran sarang nyamuk di sekitar tempat tinggalnya. Minimal tidak ada populasi nyamuk,” ujar Wahyu.

Tidak hanya DBD, Wahyu menyampaikan pihaknya terus berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk menangani permasalahan kesehatan di Kabupaten Cirebon. Seperti tuberkulosis (TB), stunting, kematian ibu dan anak, hingga penyakit menular.

”Kami berharap ada sinergi antar-pihak agar proses penanganan lebih optimal, terutama dalam pemetaan masalah di setiap kecamatan sehingga inovasi penanganan dapat segera dilakukan,” tutur Wahyu.

Sementara itu, Kepala Dinkes Kabupaten Neneng Hasanah menyampaikan pihaknya berupaya menekan angka kasus DBD, agar tidak menimbulkan korban jiwa.

Dia menambahkan upaya tersebut difokuskan pada deteksi dini dan penanganan cepat, supaya tidak ada lagi kasus penderita DBD yang meninggal akibat keterlambatan mendapat pelayanan kesehatan.

Dia juga mengajak masyarakat untuk lebih aktif menjaga lingkungan serta memastikan tidak ada tempat berkembang biak nyamuk.

”Setiap keluarga perlu memiliki jumantik yang bertugas memantau jentik nyamuk di sekitar rumah. Dengan langkah ini kami berharap kasus DBD bisa berkurang, terutama di wilayah-wilayah endemis,” ucap Neneng Hasanah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#demam berdarah #jumantik #dbd #nyamuk #pemkab cirebon