Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Retaknya Hubungan Bonek-Viking, Saatnya Saling Introspeksi

Muhammad Rayhan Satria Aji • Rabu, 5 Maret 2025 | 10:00 WIB
Koreo persaudaraan suporter Persib dan Persebaya. (Instagram @bandunghooligan33)
Koreo persaudaraan suporter Persib dan Persebaya. (Instagram @bandunghooligan33)

JawaPos.com - Seruan bernada provokatif beberapa kali menggema dari tribun Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) dalam laga Persebaya melawan Persib, Sabtu (1/3). Makian tersebut berulang kali terdengar di antara nyanyian dukungan, menandakan adanya tensi yang meningkat di antara kedua kelompok suporter.

Hal ini terasa janggal jika menengok ke belakang. Beberapa tahun lalu, Bonek (suporter Persebaya) dan Viking (suporter Persib) justru dikenal sebagai dua kelompok yang menjalin persahabatan erat. Hubungan harmonis yang dulu begitu kental kini tampak memudar. Apa yang sebenarnya terjadi?

Ketegangan dalam laga tersebut tentu tidak muncul begitu saja. Dalam beberapa waktu terakhir, hubungan kedua kelompok suporter memang mengalami gesekan.

Meski tidak sampai memicu bentrokan besar seperti yang pernah terjadi antara Bonek dan The Jakmania di Bantul pada 2018, rentetan insiden kecil yang terus terjadi lambat laun membentuk efek bola salju.

Baik Bonek maupun Viking memiliki versinya masing-masing mengenai bagaimana kerenggangan ini bermula. Lantas, apa yang menjadi pemicu utama retaknya hubungan yang dahulu begitu erat ini?

Konflik Bonek dengan Casual Bandung

Gesekan awal terjadi pada babak grup Piala Presiden 2019 di Si Jalak Harupat, Bandung. Ribuan bonek yang saat itu bertandang terlibat bentrok dengan sekelompok pendukung Persib Bandung beraliran kasual.

Sebelum mengulik lebih jauh, perlu diketahui definisi dari istilah kelompok suporter Persib mulai dari Bobotoh, Viking, Bomber, FCC, dan sebagainya. Bobotoh adalah istilah yang paling populer dan mendefinisikan seluruh kelompok pendukung Persib apapun organisasi atau alirannya.

Sementara itu, Bobotoh sendiri memiliki beberapa kelompok atau organisasi pendukung seperti Viking dan Bomber. Ada juga kelompok pendukung yang beraliran casual/hooligan ala Inggris seperti yang paling dikenal adalah Flower City Casual atau FCC (meski sudah menyatakan bubar pada 2013).

Kelompok beraliran casual inilah yang awalnya bentrok dengan Bonek saat itu. Sebelum kejadian, mereka juga melemparkan provokasi seperti nyanyian-nyanyian hinaan kepada suporter asal Surabaya tersebut.

Bonek yang menyimpan dendam melakukan aksi balasan ketika Persib away ke Surabaya dan sekitarnya. Mereka melakukan sweeping terhadap suporter Persib yang berpakaian kasual dan diduga FCC. Kelompok Bonek yang paling keras berseteru dengan mereka adalah Green Nord, pendukung Persebaya yang menempati tribun utara GBT.

Aksi balas-membalas sweeping pun terjadi. Pakaian casual seperti jadi hal yang haram di Surabaya saat Persib bertandang, begitu pula atribut Green Nord di Bandung. Sayangnya, lama kelamaan aksi ini pun meluas, pihak dan kelompok yang awalnya tidak terlibat mulai jadi korban.

Baca Juga: 7 Tantangan yang Hanya Dipahami oleh Mereka dari Keluarga Berpenghasilan Rendah

Salah satu kasus yang ramai dibahas adalah tragedi penculikan yang dialami suporter Persebaya bernama Ardi. Ia diculik oleh sekelompok pendukung Persib yang memakai jaket dan berkaos putih gambar tengkorak (logo FCC). Kasus inipun membuat Keluarga Besar Bonek geram dan mendesak Kepolisian Bandung untuk menangkap pelaku.

Pernyataan Keluarga Besar Bonek terhadap kasus penculikan Ardi. (Instagram @kitabonek)
Pernyataan Keluarga Besar Bonek terhadap kasus penculikan Ardi. (Instagram @kitabonek)

Tak lama kemudian, Bonek membalas dengan melakukan sweeping pada rombongan suporter Persib yang bertandang ke Madura dalam rangka Final Liga 1. Kelompok suporter Persib yang pulang dari Madura pun menyanyikan lagu hinaan untuk Bonek saat pawai juara di Bandung dan videonya pun viral.

Aksi saling caci antarkedua pihak tak hanya terjadi di dunia nyata saja. Beberapa akun dari dua kelompok suporter ini juga terlibat cekcok di media sosial.

Bahkan, belum lama ini salah satu selebgram pendukung Persib dengan akun Instagram @lokalokitadewi sempat membuat Bonek geram. Selebgram yang juga mengaku Viking tersebut diduga menghina salah seorang Bonek yang baru saja meninggal. Kejadian ini bahkan membuat pentolan Bonek seperti Hamin Gimbal dan Cak Tessy marah besar.

Akun Instagram @lokalokitadewi pun sempat meminta maaf lewat media sosialnya. Namun, pihak Bonek mendesak agar ia datang ke Surabaya dan meminta maaf secara langsung ke keluarga korban. Permintaan tersebut akhirnya disanggupi dan kasusnya tak diperpanjang.

Baca Juga: 8 Kebiasaan Sederhana Orang yang Selalu Menyenangkan dan Bikin Nyaman saat Diajak Berinteraksi

Sempat Menemui Jalan Tengah

Sebenarnya, pertikaian antar kedua kelompok suporter terutama FCC dengan Green Nord ini sempat menemui jalan tengah. Sekitar bulan Maret 2023, kedua kelompok ini memutuskan untuk bertemu dan melakukan Arrange Fight (AF), sebuah pertarungan dengan jumlah seimbang oleh perwakilan masing-masing kubu. Hal tersebut biasanya dilakukan sebagai jalan tengah terhadap pertikaian dan siapapun yang kalah harus menerima dan tidak boleh memperpanjang masalah.

Pertarungan tersebut diadakan di Sleman dan difasilitasi oleh suporter setempat. Menurut beberapa kabar, FCC memenangkan hasil dari AF tersebut.

Namun, entah mengapa setelah AF diadakan, masalah perseteruan yang ada belum juga usai. Justru konflik makin meluas ke kelompok-kelompok lain.

Saat ini, pihak yang masih menginginkan perdamaian meminta kedua pihak untuk saling introspeksi diri dan kembali merangkul. Bila masing-masing kubu justru makin menyimpan dendam dan merawat perseteruan, maka bukan tak mungkin hubungan Bonek dengan suporter Persib benar-benar hancur. (*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#persib #bonek #suporter #persebaya #viking