Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

KKHI Daker Makkah Rawat 35 Jemaah Haji, Upayakan Kesembuhan Maksimal

Fawwaz Ralli Perdana • Jumat, 13 Juni 2025 | 10:37 WIB
Petugas KKHI Daker Makkah memberikan keterangan terkait kesehatan para jama
Petugas KKHI Daker Makkah memberikan keterangan terkait kesehatan para jama

JawaPos.com - Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daker Makkah terus memberikan pelayanan kesehatan terbaik bagi jemaah haji Indonesia yang tengah dirawat. Saat ini, tercatat sebanyak 35 jemaah masih menjalani perawatan intensif di fasilitas kesehatan tersebut.

Kepala KKHI Daker Makkah, dr. Edy Supriyatna, menegaskan komitmennya dalam memulihkan kesehatan para jemaah.
 
"Saat ini KKHI Daker Makkah sedang merawat pasien sebanyak 35 pasien. Tentunya kami akan terus berusaha agar pasien ini kita kembalikan ke kloternya," ungkap dr. Edy, dilansir dari laman kemenag.go.id.
 
Baca Juga: Pengelola BIJB Pastikan Kesiapan Layanan Sambut Kepulangan Jamaah Haji
 
Menurutnya, proses penyembuhan ini diupayakan semaksimal mungkin agar para jemaah dapat kembali bergabung dengan kloter masing-masing. Dengan demikian, mereka dapat pulang bersama rombongan setelah menunaikan seluruh rangkaian ibadah haji.
 
"Dengan kembali ke kloternya, maka insya Allah pasien-pasiennya kita usahakan untuk bisa sembuh dan kembali ke kloternya dan pulang bersama kloternya," sambung dr. Edy menegaskan.
 
Para pasien yang tengah dirawat di KKHI mengalami berbagai macam penyakit, mulai dari gangguan jantung, paru-paru, hingga dimensia. Menariknya, penderita gangguan jantung yang dirawat kali ini sebagian besar bukan dari kalangan lansia.
 
"Usia mereka kisaran 50 hingga 69 tahun," jelas dr. Edy, menggambarkan kondisi usia para pasien.
 
Lebih lanjut, dr. Edy mengungkapkan bahwa sebagian besar kasus muncul setelah fase puncak ibadah haji di Armuzna. Keletihan fisik menjadi salah satu faktor yang memicu kambuhnya penyakit bawaan atau munculnya gangguan kesehatan lainnya.
 
"Kalau kloternya tidak bisa menangani jemaah tersebut, maka dirujuk ke KKHI," katanya menjelaskan alur rujukan yang berlaku selama masa operasional haji.
 
Bagi pasien yang telah dinyatakan sembuh, KKHI akan segera mengembalikan mereka ke kloter masing-masing agar bisa kembali ke Tanah Air secara bersama-sama. Namun, bagi pasien yang membutuhkan perawatan lanjutan, KKHI juga membuka opsi tanazul.
 
"Beberapa jemaah sedang diusahakan bisa tanazul atau pulang ke Tanah Air lebih awal," ujar dr. Edy.
 
Program tanazul diperuntukkan bagi pasien yang kondisinya akan lebih aman jika segera kembali ke Indonesia. Tentu saja, hal ini tetap memperhatikan syarat bahwa seluruh rangkaian ibadah hajinya telah selesai dijalankan.
 
"Intinya, pasien-pasien dengan gangguan kesehatan yang kalau semakin lama beraktivitas di Arab Saudi justru memperberat penyakitnya, kita usahakan dipulangkan lebih dulu," tegas dr. Edy menutup keterangannya.
 
Adapun layanan kesehatan haji menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran ibadah para jemaah Indonesia selama di Tanah Suci. Pemerintah terus berupaya memastikan kualitas layanan kesehatan tetap optimal sepanjang penyelenggaraan haji.

Baca Juga: Dirjen PHU: Program Safari Wukuf Tidak Memungut Biaya dari Jemaah Haji
Editor : Candra Mega Sari
#kesehatan #makkah #KKHI #jemaah haji indonesia