JawaPos.com - Thomas Tuchel memberikan pujian kepada Myles Lewis Skelly atas kepercayaan dirinya yang alami setelah sang debutan mencetak gol dalam kemenangan 2-0 Inggris atas Albania pada laga yang berlangsung Jumat (21/3) di Stadion Wembley. Namun, ia juga menantang Marcus Rashford dan Phil Foden untuk meningkatkan performa mereka di pertandingan mendatang.
Pemain berusia 18 tahun itu langsung memberikan dampak besar dengan mencetak gol pada menit ke-20 dalam debutnya bersama tim nasional Inggris. Bek Arsenal tersebut terus tampil impresif sepanjang laga, sementara Harry Kane menambah keunggulan di babak kedua.
Dalam konferensi pers seusai pertandingan, dikutip dari Sky Sports, Tuchel menyoroti keberanian Lewis-Skelly yang menjadi faktor utama dalam perkembangan cepat karirnya di level senior.
"Dia adalah karakter yang sangat terbuka. Di kamp pelatihan, dia luar biasa. Penuh percaya diri, penuh humor. Semua itu terlihat di dalam dan luar lapangan," kata Tuchel.
Pelatih asal Jerman itu juga menekankan bahwa kepercayaan diri alami sang pemain menjadi kunci dalam permainannya.
"Dia bermain dengan keberanian dan kualitas yang luar biasa. Dia menentukan jalannya pertandingan dan membuka peluang bagi kami," sebutnya.
Selain itu, Tuchel juga terkesan dengan fleksibilitas Lewis-Skelly dalam pertandingan ini. Menurutnya, sang pemain muda dapat beradaptasi dengan berbagai peran taktis sesuai kebutuhan tim.
"Di babak kedua, dia bermain sebagai gelandang nomor delapan karena kami ingin mengambil lebih banyak risiko," ujar Tuchel.
"Di babak pertama, kami menggunakan formasi 4-1-4-1 dan dia bermain lebih konvensional serta mencetak gol dari posisi lebih menyerang," tutur Tuchel kembali.
Tuchel mengakui bahwa posisi terbaik Lewis-Skelly mungkin adalah peran yang biasa ia jalankan di Arsenal, yakni gelandang bertahan ganda di sisi kiri dalam formasi yang lebih fleksibel.
"Jika Anda melihatnya saat latihan dalam permainan penguasaan bola, kualitas sentuhan pertamanya, pergerakan tubuhnya, dan cara ia mengalirkan bola menunjukkan pemahaman permainan yang sangat tinggi," tambah Tuchel.
Sementara itu, di sisi lain, Tuchel juga menyoroti performa Marcus Rashford dan Phil Foden yang masih belum mencapai level terbaik mereka. Kedua pemain ini tampil kurang maksimal meski mendapat kepercayaan sebagai starter.
Rashford, yang baru kembali ke tim nasional setelah lebih dari setahun, tidak mampu memberikan kontribusi signifikan. Sedangkan Foden, yang sedang mengalami kesulitan di level klub, kini telah melewati 17 pertandingan tanpa mencetak gol atau assist untuk Inggris.
Tuchel pun mengakui bahwa permainan timnya masih belum bisa memberikan dukungan optimal bagi kedua pemain sayapnya.
"Keduanya tidak seefektif seperti biasanya di level klub," jelasnya.
Pelatih Inggris itu juga menyoroti beberapa faktor yang membuat Rashford dan Foden kurang berkontribusi dalam pertandingan ini.
"Kami tidak cukup cepat dalam mengalirkan bola ke mereka. Pergerakan tanpa bola kurang, begitu juga dengan variasi umpan dan dribel," ujarnya.
Meskipun begitu, Tuchel tetap memberikan kepercayaan penuh kepada Foden untuk kembali ke bentuk terbaiknya.
"Kami akan terus mendorongnya untuk melakukan apa yang dia kuasai: menghadapi bek lawan dan melakukan dribel," pungkasnya. (*)
Editor : Siti Nur Qasanah