Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

BNPB Intensifkan Operasi Modifikasi Cuaca untuk Kurangi Risiko Banjir dan Longsor

Fawwaz Ralli Perdana • Senin, 10 Maret 2025 | 07:00 WIB
BNPB dan TNI AU mengadakan pertemuan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma terkait operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat.
BNPB dan TNI AU mengadakan pertemuan di Bandar Udara Halim Perdana Kusuma terkait operasi modifikasi cuaca di Jawa Barat.

JawaPos.com - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) terus mengintensifkan langkah mitigasi bencana di berbagai wilayah Indonesia, terutama dalam menghadapi curah hujan tinggi yang berpotensi menyebabkan banjir dan tanah longsor. Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah Operasi Modifikasi Cuaca (OMC), yang bertujuan untuk mengendalikan curah hujan guna meminimalkan dampak bencana.

Dilansir dari laman jabarprov.go.id, BNPB bekerja sama dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk melaksanakan operasi ini sejak 4 hingga 8 Maret 2025 di beberapa wilayah strategis. Operasi ini menggunakan pesawat khusus yang menyebarkan bahan seperti natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) ke atmosfer untuk mengatur pola hujan.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menjelaskan bahwa operasi ini difokuskan pada daerah yang berisiko tinggi mengalami bencana hidrometeorologi.

"Operasi ini bertujuan untuk menurunkan intensitas hujan, terutama di daerah yang rentan terhadap banjir dan longsor," ujar Abdul, Jumat (7/3/2025).

Pada Jumat ini, operasi dilakukan melalui lima sorti penerbangan dengan penyebaran total 4 ton NaCl dan 1 ton CaO. Beberapa wilayah yang menjadi target antara lain perairan Selatan Sukabumi, DAS Citarum, Sumedang, Waduk Saguling, dan perairan Utara Karawang.

Di wilayah Selatan Sukabumi, dua sorti penerbangan dilakukan dengan masing-masing menyebarkan 1.000 kg NaCl. Sementara itu, wilayah DAS Citarum dan Sumedang mendapatkan penyebaran 1.000 kg CaO, Waduk Saguling 1.000 kg NaCl, serta perairan Utara Karawang dengan tambahan 1.000 kg NaCl.

Abdul menyebutkan bahwa hasil pemantauan menunjukkan wilayah Jabodetabek tidak mengalami hujan setelah operasi dilakukan. Hal ini menandakan efektivitas intervensi cuaca dalam menekan intensitas curah hujan dan mengurangi potensi bencana.

Untuk Sabtu (8/3/2025), BNPB kembali melanjutkan operasi OMC guna mendukung upaya penanganan darurat bencana di Jawa Barat. Operasi kali ini dirancang dengan delapan sorti penerbangan yang menyasar wilayah Jawa bagian barat, dengan ketinggian operasional antara 8.000 hingga 11.000 kaki.

"Penerbangan pertama dimulai pukul 03.00 WIB, sementara sorti terakhir dijadwalkan berakhir pada pukul 22.30 WIB, menyesuaikan dengan kondisi atmosfer dan pembentukan awan yang memungkinkan intervensi," tambah Abdul.

Selain menekan curah hujan, BNPB juga memastikan bahwa teknologi modifikasi cuaca ini diterapkan secara berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan lingkungan. Dengan operasi yang terencana, BNPB berupaya meminimalkan dampak cuaca ekstrem serta mengurangi risiko bencana yang dapat mengancam masyarakat.

Keberhasilan operasi ini, menurut Abdul, menjadi bukti bahwa intervensi cuaca dapat menjadi solusi dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Oleh karena itu, BNPB akan terus mengevaluasi dan mengembangkan strategi mitigasi berbasis teknologi untuk meningkatkan efektivitasnya di masa mendatang.

Upaya ini juga sejalan dengan arahan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana hidrometeorologi. Dengan koordinasi antara BNPB, TNI AU, BMKG, dan pemerintah daerah, langkah-langkah preventif dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran.

"BNPB berkomitmen untuk terus menerapkan berbagai strategi mitigasi guna melindungi masyarakat dari dampak cuaca ekstrem. Sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci dalam menghadapi tantangan perubahan iklim yang semakin kompleks," pungkas Abdul.

Editor : Candra Mega Sari
#modifikasi cuaca #bnpb #mitigasi bencana #jabar