Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jejak Sejarah dan Filosofi Genjring Indramayu, Bukan Sekadar Seni Pertunjukan

Rafael Milliano • Sabtu, 30 November 2024 | 17:00 WIB
Genjring Indramayu
Genjring Indramayu

JawaPos.com - Genjring Indramayu bukan sekadar seni pertunjukan, melainkan sebuah ekspresi budaya yang sarat dengan makna sejarah dan spiritual. Dibalut dalam keindahan gerak akrobatik yang memukau, seni ini merepresentasikan kekayaan tradisi masyarakat Indramayu yang berpadu dengan unsur religi dan nilai-nilai kebersamaan.

Seperti diungkapkan melalui kanal YouTube Budaya Jabar (30/11), Genjring Indramayu dikenal dengan atraksi uniknya, yang diiringi alat musik genjring dan bedug. Dalam pertunjukan ini juga disajikan sejumlah lagu seperti Adem Ayem, Lagu Panturaan, dan Asshollah, menambah daya tarik seni tersebut.

Pertunjukan Genjring Indramayu memiliki struktur yang terdiri atas beberapa segmen. Diawali dengan Tari Rudat sebagai pembuka sebelum acara utama dimulai. Tarian ini, yang berfungsi sebagai transisi menuju atraksi selanjutnya, memiliki gerakan yang lebih lembut dan mendayu dibanding Tari Jaipong, mengikuti irama musik yang mengalun perlahan.

Dilansir dari BandungBergerak.id (30/11), seni budaya ini berkembang bersamaan dengan penyebaran Islam di Nusantara, khususnya di Jawa, sehingga memiliki hubungan erat dengan tradisi Islam. Lagu-lagu yang dibawakan banyak berasal dari Kitab Barzanji dan Kitab Khadoro.

Genjring Indramayu sendiri terbagi menjadi dua jenis. Pertama, Genjring Ketipring, yang biasanya dibawakan oleh santri atau ulama dengan lagu-lagu bernuansa religi dari Kitab Barzanji. Kedua, Genjring Akrobat, yang sering kali terkait dengan atraksi debus.

Dalam Genjring Akrobat, pelaku—yang kerap kali adalah ibu-ibu—melakukan atraksi luar biasa seperti mengangkat benda berat, mulai dari kotak besar hingga sepeda motor, dengan hanya menggunakan kaki sebagai tumpuan. Keunikan ini menjadikan seni ini bukan sekadar hiburan, tetapi juga simbol kekayaan budaya dan spiritual masyarakat Indramayu.

Sebagai warisan seni yang telah bertahan lama, Genjring Indramayu memerlukan pelestarian agar tetap hidup dan dapat dinikmati oleh generasi mendatang.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#Genjring Indramayu