Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Kesenian Tradisional Sintren Cirebon, Tarian yang Dipenuhi Nuansa Magis dan Unsur Mistis

Lania Monica • Jumat, 4 Oktober 2024 | 18:12 WIB
Kesenian Tradisional Sintren. (Pemkot Cirebon)
Kesenian Tradisional Sintren. (Pemkot Cirebon)

JawaPos.com–Sintren adalah salah satu kesenian tari tradisional yang terkenal di pesisir utara Jawa. Termasuk wilayah seperti Cirebon, Indramayu, Brebes, hingga Pekalongan.

Kesenian ini dikenal dengan nuansa magis yang kuat, berakar dari kisah cinta klasik antara Sulasih dan Sulandono. Seiring waktu, Sintren berkembang menjadi pertunjukan yang dipenuhi unsur mistis dan budaya, yang kerap ditampilkan dalam berbagai upacara tradisional.

Pada dasarnya, kata Sintren sendiri berasal dari gabungan kata si dan tren yang berarti sang putri atau penari putri. Tarian ini menggabungkan unsur gerakan tari dengan lakon cerita yang disampaikan melalui gerakan tubuh, kostum, dan ekspresi wajah.

Meski pada awalnya merupakan ritual, tarian ini kini menjadi bagian dari kekayaan budaya Cirebon yang sarat dengan nilai sejarah dan keindahan seni tradisional.

Kesenian Sintren tidak hanya hidup di Cirebon, tetapi juga di daerah-daerah lain di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Seperti Majalengka, Kuningan, dan Pekalongan. Di beberapa tempat, Sintren dikenal dengan nama lain seperti Lais, namun esensinya tetap sama, pertunjukan tari yang menggambarkan perpaduan antara budaya lokal, mistisisme, dan kepercayaan masyarakat setempat.

Asal-usul Sintren berkaitan erat dengan legenda lokal. Sulandono, putra Bupati Kendal pertama dan Sulasih, seorang putri desa, saling jatuh cinta. Namun, hubungan mereka tidak direstui, menyebabkan Sulandono bertapa dan Sulasih menjadi penari.

Dengan bantuan roh Dewi Rantamsari, ibu Sulandono, mereka dipertemukan kembali melalui ritual mistis yang kini menjadi inti dari tarian Sintren. Dalam setiap pertunjukan, roh bidadari diyakini merasuki sang penari, dengan syarat penari tersebut masih suci.

Tarian Sintren dimainkan seorang gadis yang dibantu pawang. Gadis tersebut ditempatkan dalam kurungan ayam yang ditutupi kain, sementara pawang merapalkan mantra untuk memanggil roh Dewi Lanjar. Jika berhasil, gadis tersebut akan muncul dari kurungan dengan tampilan yang berbeda, berdandan cantik, dan menari dengan gerakan halus yang diiringi alunan gending. Pertunjukan ini menggambarkan transformasi mistis yang dipenuhi keindahan dan keanggunan.

Sintren bukan hanya sekadar tarian, melainkan sebuah kesenian yang dipenuhi nilai-nilai magis dan spiritual. Pada awalnya, Sintren dianggap sebagai ritual penghormatan kepada leluhur masyarakat pesisir Cirebon, yang dipercaya mampu mengusir roh jahat dan membawa berkah bagi masyarakat. Namun, seiring berjalannya waktu, kesenian ini berkembang menjadi hiburan yang dipentaskan di hadapan penonton, menampilkan gerakan lincah yang dipadukan dengan musik tradisional khas Cirebon.

Sebagai kesenian yang berkembang pesat di pesisir utara Jawa, Sintren juga dikenal dengan penggunaan alat-alat musik tradisional yang terbuat dari tembikar dan bambu. Suara khas yang dihasilkan oleh alat-alat musik tersebut menambah unsur mistis dari pertunjukan ini. Kostum yang digunakan pun mencolok, dengan penari mengenakan pakaian khusus dan kacamata hitam, menambah daya tarik serta keunikan dari tarian tersebut.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #pesisir utara #sintren #tari tradisional #kesenian