JawaPos.com–Indramayu, kabupaten yang berbatasan dengan Laut Jawa di utara ini juga memiliki tradisi yang masih dijaga sampai sekarang. Yaitu, Tradisi Bobotan, upacara tradisional yang biasa dilaksanakan sebagian masyarakat Kabupaten Indramayu.
Melansir dari disarpus.indramayukab.go.id, Tradisi Bobotan merupakan peninggalan nenek moyang yang sangat sakral, yang secara praktis berfungsi sebagai penangkal bala. Tradisi ini adalah menangkal bala dan meminta perlindungan kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Bobotan dilaksanakan orang tua yang memiliki anak dan anaknya tersebut dikhawatirkan akan mengalami malapetaka. Agar selamat, dilakukan upacara Bobotan.
Prosesnya, anak dilakukan penimbangan dengan menggunakan kayu. Penimbangan dilakukan juru timbang. Saat menimbang, juru timbang melantunkan kidung dengan lantunan syair bahasa daerah.
Bersamaan saat lantunan kidung, anak yang ditimbang melemparkan uang ke tempat yang sudah disediakan. Uang tersebut menjadi milik juru timbang.
Pada 2024, Tradisi Bobotan telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah