Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Sejarah dan Makna Adat Ngirab di Cirebon

Rafael Milliano • Rabu, 2 Oktober 2024 | 18:19 WIB
Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan. (smktwismawisnu.sch.id)
Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan. (smktwismawisnu.sch.id)

JawaPos.com–Kota Udang Cirebon memiliki banyak keunikan. Cirebon merupakan salah satu kota yang pernah menjadi tempat tinggal salah satu wali yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa. Sehingga, banyak peninggalan wali di Cirebon. Salah satunya adalah adat Ngirab.

Tradisi Ngirab sudah dilakukan masyarakat Cirebon sejak lampau. Adat Ngirab memiliki nama lain yaitu Rebo Wekasan. Masyarakat melakukan ziarah ke makam wali.

Dilansir dari eprints.walisongo.ac.id, tradisi ini bukan termasuk dari tradisi Jawa asli. Ngirab merupakan tradisi yang sering dilakukan di luar Jawa. Seiring waktu Ngirab menyatu dengan tradisi Jawa.

Awal mulanya, Ngirab atau Rebo Wekasan tradisi yang masih dilakukan hingga saat ini. Sebab, ada hari-hari yang bisa membawa kesialan atau bala. Masyarakat zaman dulu menghitung tanggal untuk menghindari hari-hari yang buruk itu.

Masyarakat adat Jawa yang sudah menganut Islam tetap melakukan tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan dengan memasukkan unsur-unsur Islam. Sebagian ulama mengatakan untuk menghindari hari buruk masyarakat melakukan ibadah Rebo Wekasan.

Dilansir dari budaya-indonesia.org, setelah melakukan Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan, masyarakat Cirebon biasanya memeriahkan tradisi dengan berbagai aktivitas.

Dilansir dari smktwismawisnu.sch.id, Tradisi Ngirab atau Rebo Wekasan mengajarkan hal positif seperti perbanyak sholat, bersedekah, dan menghormati para wali, yang telah memberikan arahan-arahan baik yang wajib untuk diikuti. Ngirab atau Rebo Wekasan tradisi yang perlu dilestarikan masyarakat Cirebon.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #tradisi #islam #rebo wekasan