Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

7 Perilaku Menurut Psikologi yang Bikin Orang Lain Nyaman dan Tenang di Dekatmu

Mohammad Maulana Iqbal • Kamis, 23 Juli 2026 | 19:48 WIB
Ilustrasi perilaku yang bikin orang lain merasa nyaman dan tenang (Magnific)
Ilustrasi perilaku yang bikin orang lain merasa nyaman dan tenang (Magnific)

 

JawaPos.com - Tenang adalah kualitas yang membuat seseorang terlihat menenangkan dalam berbagai situasi sosial.

Perilaku sederhana tertentu rupanya memiliki dampak besar dalam menciptakan koneksi antarmanusia.

Nyaman adalah perasaan yang muncul ketika seseorang berada di sekitar individu yang memiliki kehadiran menenangkan.

Orang lain akan lebih mudah membuka diri ketika merasakan energi positif dari lawan bicaranya.

Dilansir dari laman Geediting pada Kamis (23/7), ada tujuh perilaku yang bikin orang lain merasa nyaman dan tenang menurut psikologi.

Baca Juga: 8 Perilaku Orang Berkecerdasan Tinggi dan Berintuisi Tajam Menurut Psikologi

1. Mendengarkan dengan Sungguh-Sungguh Tanpa Terburu Membalas

Banyak percakapan terjadi dengan satu pihak hanya menunggu gilirannya berbicara, bukan benar-benar menyimak.

Mereka yang membuat lawan bicara merasa dihargai adalah yang tidak tergesa-gesa merespons.

Mereka memberikan jeda, merenungkan kata-kata yang didengar, dan membuat pembicara merasa penting.

Mendengarkan aktif membutuhkan kemampuan menunda penilaian pribadi untuk memahami sudut pandang lawan bicara.

Kehadiran penuh dalam percakapan memberikan sinyal bahwa seseorang benar-benar dipahami, bukan sekadar didengar.

2. Menjaga Energi Tetap Stabil dan Tidak Terbawa Emosi Berlebihan

Ada individu yang membawa kekacauan ke mana pun mereka pergi melalui bahasa tubuh dan nada suara.

Sebaliknya, ada yang mampu menghadirkan ketenangan karena mereka mengatur energi internal mereka sebelum berinteraksi.

Sistem saraf yang tenang secara tidak langsung mengomunikasikan bahwa situasi aman untuk semua pihak.

Mengambil napas dalam sebelum merespons atau memasuki ruangan dapat mengubah dinamika interaksi secara signifikan.

Energi bersifat menular, dan kestabilan emosional seseorang dapat meredakan ketegangan di sekitarnya.

Baca Juga: 11 Kesalahpahaman Atasan Senior terhadap Gen Z di Dunia Kerja Menurut Psikologi

3. Tidak Berusaha Mendominasi Ruang Percakapan

Kepercayaan diri yang sejati terlihat dari kemampuan membiarkan pihak lain berbicara dan bersinar.

Keterampilan sosial yang sering diabaikan adalah mengetahui kapan harus diam dan memberi ruang.

Jeda dalam percakapan bukanlah hal canggung, melainkan ruang bernapas yang menunjukkan kenyamanan bersama.

Ketika seseorang berhenti bersaing untuk mendapat perhatian, pihak lain justru akan lebih tertarik mendengarkan.

Membiarkan keheningan sesekali terjadi menciptakan atmosfer di mana semua pihak merasa diterima apa adanya.

4. Melakukan Pencerminan secara Halus dan Alamiah

Pencerminan atau mirroring adalah meniru bahasa tubuh dan energi lawan bicara untuk membangun kedekatan.

Komunikator terbaik tidak memaksakan teknik ini karena tubuh secara natural melakukannya saat benar-benar terhubung.

Ketika seseorang berbicara pelan, respons yang selaras adalah menurunkan volume suara juga secara otomatis.

Sinkronisasi ini mengirim pesan bawah sadar bahwa dua pihak sedang dalam gelombang yang sama.

Yang penting adalah tidak berlebihan karena pencerminan yang dipaksakan akan terasa tidak autentik dan manipulatif.

5. Memberikan Perhatian Penuh Terutama saat Tidak Ada Kewajiban Melakukannya

Perhatian tanpa gangguan seperti tidak mengecek ponsel atau melirik sekeliling adalah hadiah langka saat ini.

Meletakkan ponsel dengan layar menghadap bawah saat berbicara adalah gestur kecil yang mengubah kualitas interaksi.

Seseorang dapat merasakan ketika mereka benar-benar mendapat perhatian, dan ini membuat mereka lebih terbuka.

Perhatian penuh adalah bentuk rasa hormat paling murni yang tidak bisa dipalsukan atau dibuat-buat.

Memberikan fokus sepenuhnya pada lawan bicara membuat mereka merasa dihargai dan dipercaya lebih dalam.

6. Menggunakan Kehangatan Alih-Alih Pesona yang Dibuat-buat

Pesona menarik perhatian sementara kehangatan membangun kepercayaan yang bertahan lama dalam hubungan.

Perbedaan mendasarnya adalah pesona berpusat pada diri sendiri sedangkan kehangatan fokus pada kenyamanan pihak lain.

Mereka yang membuat sekitar merasa aman tidak berusaha memberi kesan, hanya konsisten bersikap baik.

Pujian yang tulus, senyuman yang mencapai mata, dan nada suara yang stabil adalah penanda kehangatan.

Kenyamanan berasal dari rasa aman, bukan dari kegembiraan atau hiburan yang berlebihan dan melelahkan.

7. Menjadi Autentik Tanpa Membagikan Terlalu Banyak Detail Pribadi

Ada garis tipis antara menjadi diri sendiri dan membagikan seluruh beban emosional kepada orang baru.

Mereka yang membuat sekitarnya rileks telah menguasai keseimbangan antara keterbukaan dan batasan yang sehat.

Mereka cukup terbuka untuk dipahami namun cukup terkendali agar pihak lain merasa aman berinteraksi.

Kesesuaian antara kondisi internal dan ekspresi eksternal disebut kongruensi dalam psikologi humanistik.

Ketika seseorang konsisten menjadi dirinya sendiri di berbagai situasi, kepercayaan terbentuk secara intuitif dan mendalam.

Baca Juga: Jika Seseorang Merasa Panik dan Enggan Menerima Telepon, Biasanya Punya 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Editor : Candra Mega Sari
Tenang psikologi nyaman perilaku