Jika Seseorang Merasa Panik dan Enggan Menerima Telepon, Biasanya Punya 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

JawaPos.com - Di era komunikasi digital, panggilan telepon seharusnya menjadi hal yang biasa. Namun, bagi sebagian orang, bunyi telepon yang berdering justru memicu rasa cemas, panik, bahkan keinginan untuk mengabaikannya. Mereka lebih nyaman membalas pesan singkat daripada harus berbicara secara langsung melalui telepon.
Fenomena ini dikenal sebagai phone anxiety atau kecemasan saat menerima atau melakukan panggilan telepon. Meski belum termasuk diagnosis gangguan mental tersendiri, psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut sering kali berkaitan dengan karakter, pola pikir, pengalaman hidup, serta tingkat kecemasan seseorang.
Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang menghindari telepon memiliki masalah psikologis. Ada yang sekadar lebih nyaman berkomunikasi lewat teks. Namun, jika rasa panik muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa ada faktor psikologis yang mendasarinya.
Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (21/7), terdapat tujuh karakter atau kecenderungan kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang merasa panik saat menerima panggilan telepon.
1. Cenderung Memiliki Tingkat Kecemasan yang Tinggi
Salah satu karakter yang paling umum adalah memiliki tingkat kecemasan (anxiety) yang relatif tinggi.
Orang dengan kecenderungan ini sering kali membayangkan berbagai kemungkinan buruk sebelum mengangkat telepon. Mereka khawatir akan menerima kabar buruk, dimarahi, diminta melakukan sesuatu yang sulit, atau tidak mampu menjawab pertanyaan lawan bicara.
Akibatnya, pikiran mereka dipenuhi skenario negatif bahkan sebelum percakapan dimulai. Semakin lama telepon berdering, semakin meningkat pula rasa panik yang mereka rasakan.
Dalam psikologi, pola berpikir seperti ini disebut sebagai catastrophizing, yaitu kecenderungan membayangkan hasil terburuk dari suatu situasi yang sebenarnya belum tentu terjadi.






