Selasa, 21 Juli 2026
Logo

Jika Seseorang Merasa Panik dan Enggan Menerima Telepon, Biasanya Punya 7 Kepribadian Ini Menurut Psikologi

Selasa, 21 Jul 2026 | 20:33 WIB
Ilustrasi seseorang yang panik saat menerima telepon (Magnific)
Ilustrasi seseorang yang panik saat menerima telepon (Magnific)

 

JawaPos.com - Di era komunikasi digital, panggilan telepon seharusnya menjadi hal yang biasa. Namun, bagi sebagian orang, bunyi telepon yang berdering justru memicu rasa cemas, panik, bahkan keinginan untuk mengabaikannya. Mereka lebih nyaman membalas pesan singkat daripada harus berbicara secara langsung melalui telepon.

Fenomena ini dikenal sebagai phone anxiety atau kecemasan saat menerima atau melakukan panggilan telepon. Meski belum termasuk diagnosis gangguan mental tersendiri, psikologi menjelaskan bahwa kebiasaan tersebut sering kali berkaitan dengan karakter, pola pikir, pengalaman hidup, serta tingkat kecemasan seseorang.

Penting untuk dipahami bahwa tidak semua orang yang menghindari telepon memiliki masalah psikologis. Ada yang sekadar lebih nyaman berkomunikasi lewat teks. Namun, jika rasa panik muncul secara berlebihan hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, hal itu bisa menjadi sinyal bahwa ada faktor psikologis yang mendasarinya.

Dilansir dari Psychology Today pada Selasa (21/7), terdapat tujuh karakter atau kecenderungan kepribadian yang sering ditemukan pada orang yang merasa panik saat menerima panggilan telepon.

1. Cenderung Memiliki Tingkat Kecemasan yang Tinggi

Salah satu karakter yang paling umum adalah memiliki tingkat kecemasan (anxiety) yang relatif tinggi.

Orang dengan kecenderungan ini sering kali membayangkan berbagai kemungkinan buruk sebelum mengangkat telepon. Mereka khawatir akan menerima kabar buruk, dimarahi, diminta melakukan sesuatu yang sulit, atau tidak mampu menjawab pertanyaan lawan bicara.

Akibatnya, pikiran mereka dipenuhi skenario negatif bahkan sebelum percakapan dimulai. Semakin lama telepon berdering, semakin meningkat pula rasa panik yang mereka rasakan.

Dalam psikologi, pola berpikir seperti ini disebut sebagai catastrophizing, yaitu kecenderungan membayangkan hasil terburuk dari suatu situasi yang sebenarnya belum tentu terjadi.

Editor : Candra Mega Sari
Bagikan:

Artikel Terkait

10 Hal Kecil yang Bikin Introvert Bahagia Menurut Psikologi, Bukan Cuma Menyendiri!

10 Hal Kecil yang Bikin Introvert Bahagia Menurut Psikologi, Bukan Cuma Menyendiri!

Sering disalahpahami antisosial? Menurut psikologi, inilah 10 hal kecil dan sederhana yang bisa bikin kaum introvert bahagia dan ampuh recharge energi.

Mengapa Orang Baik Justru Punya Sedikit Teman saat Dewasa? Ini 7 Alasan Psikologisnya

Mengapa Orang Baik Justru Punya Sedikit Teman saat Dewasa? Ini 7 Alasan Psikologisnya

Sering merasa lingkaran pertemanan mengecil? Simak 7 alasan psikologis mengapa orang baik hati justru punya sedikit teman dekat saat dewasa.

9 Frasa Elegan untuk Mengakhiri Percakapan ala Orang Berkelas Menurut Psikologi

9 Frasa Elegan untuk Mengakhiri Percakapan ala Orang Berkelas Menurut Psikologi

Ingin tinggalkan kesan mendalam? Yuk, intip 9 frasa elegan untuk menutup percakapan dengan sopan dan berkelas menurut psikologi di sini!

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia