Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Gastritis dan GERD Mirip tapi Beda! Kenali Gejala, Penyebab, dan Cara Mengatasinya

Ayu Zahra Hazimah • Kamis, 15 Mei 2025 | 20:45 WIB

Gejala gastritis atau GERD (Dok. Freepik)
Gejala gastritis atau GERD (Dok. Freepik)
JawaPos.com – Gastritis dan GERD adalah dua masalah pencernaan yang sering dianggap sama karena gejalanya mirip. Keduanya bisa menyebabkan rasa tidak nyaman di perut bagian atas, mual, atau rasa penuh setelah makan. Namun, sebenarnya penyebab dan cara mengobatinya berbeda.

Gejala

Gastritis biasanya menyebabkan sakit perut, mual, muntah, dan cepat kenyang meski makan sedikit. GERD bisa menyebabkan rasa panas di dada (heartburn), rasa asam di mulut, batuk terus-menerus, suara serak, atau sulit menelan. Tapi tidak semua orang dengan gastritis atau GERD mengalami gejala.

Penyebab Gastritis

Penyebab utama gastritis adalah infeksi bakteri bernama Helicobacter pylori. Selain itu, bisa juga disebabkan oleh penggunaan obat tertentu seperti obat pereda nyeri, stres berat, atau gangguan autoimun.

Baca Juga: Terbukti Efektif! 6 Gaya Hidup Sehat Ini Bisa Jadi Cara Menurunkan Kolesterol Tanpa Obat

Penyebab GERD

GERD terjadi karena katup di ujung kerongkongan tidak menutup dengan baik, sehingga asam lambung naik ke atas. Hal ini bisa disebabkan oleh berat badan berlebih, kehamilan, makan makanan pedas, atau karena obat tertentu.

Untuk mengetahui apakah seseorang mengalami gastritis atau GERD, dokter biasanya akan menanyakan gejala, melakukan pemeriksaan fisik, dan bisa juga melakukan endoskopi. Tes tambahan seperti tes darah atau tes napas bisa dilakukan untuk gastritis, sedangkan GERD bisa dicek dengan alat pemantau asam lambung.

Pengobatan Gastritis

Jika gastritis disebabkan oleh infeksi bakteri, dokter akan memberikan antibiotik dan obat pengurang asam lambung. Bila penyebabnya karena obat atau makanan tertentu, dokter akan menyarankan untuk menghindarinya.

Pengobatan GERD

GERD bisa dikontrol dengan mengubah gaya hidup, seperti menurunkan berat badan, berhenti merokok, dan menghindari makanan pemicu. Dokter juga bisa memberikan obat seperti antasida atau obat yang mengurangi produksi asam lambung.

Segera ke dokter jika kamu mengalami sakit perut terus-menerus, muntah darah, feses berwarna hitam, susah menelan, atau berat badan turun tanpa sebab. Ini bisa jadi tanda kondisi yang lebih serius.

Jika tidak ditangani, gastritis bisa menyebabkan luka di lambung dan pendarahan. Sedangkan GERD yang dibiarkan bisa merusak kerongkongan dan meningkatkan risiko kanker kerongkongan.

Meskipun gejalanya mirip, pengobatan untuk gastritis dan GERD tidak sama. Jadi penting untuk mengetahui mana yang kamu alami agar bisa ditangani dengan tepat.

Makan teratur, hindari makanan pedas dan asam, kurangi stres, dan jaga berat badan bisa membantu meringankan gejala. Hindari juga kebiasaan langsung tidur setelah makan.

Gastritis dan GERD memang mirip, tapi bukan kondisi yang sama. Dengan mengenali perbedaannya dan menjaga gaya hidup sehat, gejalanya bisa dikontrol dan mencegah komplikasi di kemudian hari.

Baca Juga: Waspadai! 6 Jenis Makanan Ini Dapat Membahayakan Kesehatan Jantung

Editor : Candra Mega Sari
#gejala #gerd #penyebab #gastritis