Beberapa penelitian menunjukkan bahwa individu dengan skor tinggi pada tes yang mengukur tiga kepribadian itu memiliki kemungkinan lebih besar untuk menimbulkan masalah dalam masyarakat dan keluarga mereka. Karena dampaknya yang cukup signifikan, banyak pihak, termasuk penegak hukum, psikolog, dan pebisnis, mulai menaruh perhatian lebih terhadap studi mengenai dark triad.
Menurut Jurnal
Dilansir dari kanal YouTube Kuliah Kehidupan, individu yang memiliki sifat narsistik cenderung menunjukkan sikap superior, merasa harus diperlakukan istimewa, serta mendambakan pujian dan pengakuan. Setelah mendapatkan hal itu, mereka biasanya kehilangan ketertarikan terhadap orang lain, kecuali jika masih ada sesuatu yang bisa dimanfaatkan.
Misalnya, seorang narsistik lebih memilih untuk bergaul dengan individu yang memiliki status tinggi bukan untuk mencari peluang atau ilmu, melainkan untuk membangun citra diri seolah mereka juga termasuk dalam kelompok. Selain itu, mereka sering kali sulit menerima kesalahan, sehingga tidak segan untuk berbohong atau menyalahkan orang lain demi melindungi egonya.
Selanjutnya, kepribadian machiavellianisme, yang namanya diambil dari tokoh politik Niccolo Machiavelli, menggambarkan individu yang tidak berprinsip, dingin, dan cenderung skeptis terhadap orang lain. Mereka percaya bahwa setiap tindakan seseorang selalu memiliki motif tersembunyi, sehingga sulit mempercayai orang lain.
Kepribadian ini juga ditandai dengan obsesi terhadap kekuasaan, uang, dan kemenangan, di mana mereka tidak ragu untuk mengeksploitasi, memanipulasi, atau bahkan mengkhianati orang lain demi mencapai tujuannya.
Terakhir, psikopat merupakan kepribadian yang sering dikaitkan dengan perilaku yang menakutkan. Individu dengan kecenderungan psikopatik umumnya memiliki sifat dingin, minim rasa takut, serta impulsif. Mereka menyukai aktivitas yang memacu adrenalin dan memiliki kesulitan dalam membentuk ikatan emosional, yang menyebabkan rendahnya tingkat empati serta kurangnya perasaan bersalah atas tindakan mereka.
Meskipun ketiga kepribadian ini memiliki karakteristik yang berbeda, penelitian menunjukkan bahwa mereka sering tumpang tindih. Dari sudut pandang psikologi, narsistik dan psikopat dikategorikan sebagai gangguan mental, sementara machiavellianisme tidak. Beberapa studi juga mengungkapkan bahwa sifat narsistik dan psikopat memiliki kemungkinan diwariskan secara genetik, sedangkan machiavellianisme lebih banyak dipengaruhi oleh lingkungan, seperti pola asuh dan contoh yang diberikan oleh orang tua.
Tak hanya itu, penelitian lain juga mengungkap bahwa kepribadian dark triad secara positif dan signifikan mempengaruhi perilaku antisosial. Sehingga dapat dipastikan bahwa orang yang memiliki kepribadian dark triad cenderung pendiam dan suka menutup diri dari lingkungan sekitarnya
Dark triad diduga berkembang akibat ketidakstabilan yang dialami di masa kanak-kanak. Selain itu, kondisi ini juga dapat muncul bersamaan dengan gangguan kepribadian lainnya, seperti gangguan kepribadian antisosial dan gangguan kepribadian narsistik.
Dilansir dari laman Alodokter.com, berikut beberapa faktor yang dapat memicu dark triad antara lain:
- Kurangnya kasih sayang selama masa kanak-kanak
- Mengalami kekerasan dalam rumah tangga, baik secara fisik maupun verbal
- Pernah mengalami pelecehan di masa kecil
- Dalam membangun hubungan yang sehat dengan orang lain
- Merasa tidak dihargai oleh lingkungan sekitar
- Hubungan yang kurang baik dengan orang tua di masa kecil
- Memiliki anggota keluarga atau orang tua dengan kecenderungan dark triad
Memiliki salah satu atau lebih dari kepribadian ini bukanlah sesuatu yang dapat dibanggakan. Jika seseorang merasa memiliki kecenderungan seperti yang telah dijelaskan, sangat disarankan untuk mencari bantuan profesional, seperti psikolog, guna mendapatkan pemahaman lebih lanjut dan solusi yang tepat.
Baca Juga: Pesona Alami! 7 Tanda Kamu Memiliki Kepribadian yang Menarik dan Mengesankan
Editor : Candra Mega Sari