Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Mulai Hidup Sehat dengan 4 Metode Diet Populer Ini, Mana yang Paling Cocok?

Ayu Zahra Hazimah • Minggu, 23 Februari 2025 | 11:00 WIB

Ilustrasi diet
Ilustrasi diet
JawaPos.com - Gaya hidup sehat kini menjadi tren di masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di usia produktif, karena kesadaran akan pentingnya kesehatan tubuh untuk kelangsungan hidup semakin meningkat.

Ada beragam cara untuk memulai gaya hidup sehat, mulai dari perubahan kecil dalam kebiasaan sehari-hari, perbaikan pola makan, hingga rutin berolahraga. Salah satu metode yang populer adalah diet.

Diet bukan sekadar menurunkan berat badan, tetapi juga menjaga kesehatan dan mencegah penyakit di masa depan. Pola makan yang seimbang memberikan energi dan nutrisi yang cukup bagi tubuh, serta mencegah penyakit seperti diabetes, tekanan darah tinggi, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, diet sebaiknya menjadi bagian dari gaya hidup sehat yang berkelanjutan, bukan hanya solusi jangka pendek.

Melansir dari laman Healthline.com, berikut adalah empat metode diet yang sedang populer dan bisa Anda coba. 

1. Intermittent Fasting (Diet IF)

Intermittent fasting adalah diet yang mengatur siklus antara puasa dan makan, dengan metode populer seperti 16/8, 16 jam puasa dan 8 jam makan. Selain membantu menurunkan berat badan, metode ini juga memiliki manfaat kesehatan, seperti meningkatkan sensitivitas insulin, mengurangi peradangan, dan meningkatkan kesehatan otak serta jantung.

Metode ini lebih mudah diterapkan dibandingkan diet lain karena tidak memerlukan banyak aturan atau persiapan makanan yang rumit. Namun, intermittent fasting tidak cocok untuk semua orang, terutama mereka dengan kondisi medis tertentu seperti diabetes, gangguan makan, atau ibu hamil dan menyusui.

2. Mediterranean Diet

Diet Mediterania adalah diet yang berfokus pada konsumsi makanan alami seperti sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, ikan, dan minyak zaitun, serta membatasi makanan olahan dan daging merah. Diet ini tidak hanya membantu menurunkan berat badan tetapi juga dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Selain manfaat kesehatan fisik, diet Mediterania juga dikaitkan dengan penurunan risiko gangguan mental seperti depresi dan penurunan kognitif. Selain itu, pola makan ini lebih ramah lingkungan karena mengurangi konsumsi daging. Namun, karena konsumsi produk susu tidak terlalu ditekankan, penting untuk memastikan asupan kalsium dan vitamin D tetap cukup.

3. Volumetrics Diet

Diet Volumetrics berfokus pada konsumsi makanan rendah kalori tetapi bernutrisi tinggi untuk meningkatkan kualitas pola makan dan mengurangi risiko kekurangan nutrisi. Makanan dalam diet ini dibagi menjadi empat kategori berdasarkan kepadatan kalorinya.

Diet Volumetrics juga membatasi makanan olahan, yang dapat menurunkan risiko penyakit jantung dan kanker. Penelitian menunjukkan bahwa diet rendah kepadatan kalori dapat membantu penurunan berat badan dan mencegah kenaikan berat badan berlebih. Tidak ada makanan yang sepenuhnya dilarang dalam diet ini, dan olahraga dianjurkan selama 30-60 menit setiap hari. Namun, diet ini memerlukan pemahaman tentang tingkat kalori dalam makanan, yang mungkin lebih mudah dipraktikkan oleh beberapa orang dibandingkan yang lain.

4. DASH Diet

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah diet yang bertujuan untuk menurunkan tekanan darah dengan menekankan konsumsi makanan sehat seperti buah, sayur, biji-bijian utuh, dan daging tanpa lemak, serta mengurangi asupan garam dan lemak. Selain membantu mengontrol hipertensi, diet ini juga berpotensi menurunkan berat badan dan mengurangi risiko beberapa penyakit serius, termasuk penyakit jantung dan kanker.

Selain manfaat kesehatan fisik, DASH diet juga dapat membantu mengurangi gejala depresi, seperti yang ditunjukkan dalam penelitian jangka panjang. Namun, ada perdebatan mengenai pengurangan garam, karena asupan garam yang terlalu rendah bisa dikaitkan dengan resistensi insulin. Diet rendah natrium seperti DASH lebih cocok bagi individu dengan hipertensi atau kondisi kesehatan lain yang membutuhkan pembatasan garam, tetapi penelitian lebih lanjut masih diperlukan untuk memahami dampaknya pada orang tanpa hipertensi.

Setiap metode diet punya kelebihan masing-masing, tapi yang terpenting adalah memilih yang sesuai dengan kebutuhan dan gaya hidup. Konsistensi dan pola makan seimbang tetap jadi kunci utama. Sebelum mencoba, pastikan memahami manfaat dan risikonya, atau konsultasikan dengan ahli agar hasilnya optimal dan tetap sehat.

Editor : Candra Mega Sari
#menurunkan berat badan #gaya hidup sehat #diet