Keinginan untuk menjauhi orang-orang yang memiliki sifat buruk ini mungkin terlintas dalam pikiran. Namun, memutus hubungan dengan mereka bisa jadi sulit untuk dilakukan. Jika kamu berada dalam situasi ini, ikuti lima tips psikologi berikut untuk menghadapi orang-orang toxic di sekitarmu.
1. Mengenali Tanda Toxic
Kamu merasa sangat kelelahan selama berteman dengannya, tapi rasanya kamu tidak yakin apakah harus langsung memutus pertemanan kalian. Tips pertama adalah kamu harus mengenali apakah temanmu termasuk golongan toxic.
Biasanya orang toxic dengan mudah menciptakan drama, melanggar privasi, melakukan trik manipulasi, dan komunikasi tanpa menghormati seperti menghina hingga melecehkan secara verbal. Selain itu, orang toxic juga kerap berpikir buruk hingga energi negatifnya bisa kamu rasakan.
Melansir dari laman Psychologs, Peterson dan Seligman (2004) mengungkap bahwa sikap negatif dapat menular dan mampu merusak sudut pandang positif orang sekitar. Jadi, ketika kamu sudah menyadari bahwa temanmu memang toxic, akan lebih mudah bagimu memutuskan apakah masih ingin tetap berteman dengannya atau mundur perlahan.
2. Berikan Jarak Fisik
Bertemu dengan teman toxic membuatmu kehabisan tenaga dan mempengaruhi mood. Sebab itulah, jangan paksakan diri kamu untuk berinteraksi langsung dengannya.
Apabila kalian terlanjur berada di satu tempat dan terlibat komunikasi satu sama lain, cari alasan untuk meninggalkan situasi tersebut. Kamu tidak akan dicap sebagai orang tidak baik hanya karena meninggalkan orang yang merugikanmu.
3. Bisukan Dia di Media Sosial
Kamu tidak perlu menyuruh teman toxic untuk tidak berkicau di media sosial. Kontrol terkuat ada di tanganmu sendiri. Ketika kamu sudah merasa ocehannya di dunia maya sangat membuatmu lelah, cukup aktifkan fitur membisukan akunnya atau berhenti mengikuti dia.
Ingat, sikap negatif bisa menularkan energi buruk dan merusak sudut pandang positif, seperti yang sebelumnya sudah disebutkan.
4. Jangan Mudah Terpancing Emosi
Salah satu hal yang sering dilakukan oleh orang toxic adalah memanipulasi seseorang demi memancing emosi. Dia ingin agar kamu larut dalam konflik atau drama yang mereka ciptakan sendiri.
Jika kamu berada di momen ini, tetap tenang dan kendalikan sikap. Kamu bisa menggunakan teknik Grey Rock alis bersikap seolah kamu adalah batu abu-abu. Cukup kamu menunjukan emosi datar, menjawab singkat, dan tidak usah memberikan bahan yang mampu memancing mereka terus memberi serangan.
Jika memungkinan, kamu dapat mengganti topik pembicaraan agar tidak terus larut dalam percakapan yang menguras emosi.
5. Prioritaskan Diri
Cara menghadapi orang toxic menurut psikologi selanjutnya yaitu kamu wajib memprioritaskan diri sendiri. Orang baik seperti kamu tidak sepatutnya menjadi korban teman 'beracun'.
Lakukan aktivitas yang membuatmu tenang seperti yoga, meditasi, atau sekedar berjalan kaki di alam. Ini mampu meningkatkan ketahanan emosional sekaligus mengurangi stres.
Selain itu, usahakan memaafkan teman toxic tanpa harus melupakan. Maksudnya, dari lubuk hati paling dalam kamu sudah memberi maaf, tapi bukan berarti kamu tetap membiarkan dia menyakitimu.
Tetap ingat pelajaran dari pengalaman pahit, agar kamu semakin sadar untuk tidak lagi jatuh dalam permainan si toxic.
Tidak mudah memang menghadapi si toxic yang pintar membuat drama dan juga manipulatif. Tapi jika kamu terus mencoba lima tips di atas, perlahan kamu akan terlepas dari pengaruh buruk mereka.
Editor : Candra Mega Sari