Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Jangan Anggap Remeh! Ini Tanda Kamu Mengalami Gangguan Tidur, Ketahui Penyebabnya

Arsyad Dena Mukhtarom • Jumat, 8 November 2024 | 17:00 WIB

Ilustrasi seseorang sulit tidur
Ilustrasi seseorang sulit tidur
JawaPos.com - Pernahkah kamu merasa bangun tidur dengan rasa lelah yang luar biasa, meskipun sudah tidur selama 7-8 jam? Atau mungkin kamu merasa mudah terjaga di malam hari, bahkan tanpa alasan yang jelas? Jika iya, bisa jadi itu bukan hanya masalah kurang tidur, tapi ada tanda kamu mengalami gangguan tidur yang lebih serius.

Gangguan tidur bisa datang dalam berbagai bentuk, dan seringkali kita tidak menyadarinya. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatanmu secara diam-diam. Dilansir dari Healthline, inilah tanda kamu mengalami gangguan tidur yang serius.

Tanda Gangguan Tidur yang Perlu Kamu Waspadai

- Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk tidur 
- Merasa lelah dan mudah marah sepanjang hari
- Sering terbangun di tengah malam 
- Tidur siang terlalu lama 
- Kesulitan berkonsentrasi 
- Tidur di momen tak terduga
- Terbangun terlalu pagi
- Mendengkur atau napas terhenti 
- Kaki gelisah atau kesemutan
- Butuh kafein untuk bertahan sepanjang hari

Cara Mendiagnosis Gangguan Tidur
 
Jika kamu merasa ada yang tidak beres dengan tidurmu, langkah pertama yang bisa kamu ambil adalah mencari tahu lebih dalam penyebabnya. Kamu bisa memulai dengan mencatat kebiasaan tidurmu setiap hari. Berikut adalah beberapa langkah yang bisa kamu coba untuk mendiagnosis gangguan tidurmu:

1. Diagnosis Mandiri 
 
Cobalah untuk membuat jurnal tidur. Setiap pagi, tuliskan berapa jam tidur yang kamu dapatkan, seberapa nyenyak tidurmu, dan faktor-faktor lain yang mungkin mempengaruhi tidurmu, seperti konsumsi alkohol, kafein, atau olahraga. Jangan lupa juga untuk mencatat bagaimana perasaanmu di pagi hari setelah bangun tidur, dan seberapa lama rasa kantuk itu bertahan sepanjang hari.

Setelah beberapa minggu, lihat kembali jurnal tidurmu dan cari pola yang mungkin muncul. Apakah ada kebiasaan tertentu yang mengganggu tidurmu? Dengan mengetahui pola tersebut, kamu bisa mulai mengubah kebiasaan yang mungkin menghambat tidurmu yang berkualitas. Setelah itu, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter mengenai temuanmu dan kekhawatiran yang kamu rasakan.
Baca Juga: 7 Tips Sehat Menjaga Berat Badan Ideal Tanpa Diet Ekstrem
 
2. Diagnosis Medis 
 
Setelah membuat jurnal tidur, kamu akan lebih siap untuk berbicara tentang kebiasaan tidurmu dengan dokter. Dokter mungkin akan menanyakan beberapa hal terkait tidurmu, seperti tingkat stres, konsumsi kafein, penggunaan obat-obatan, dan gangguan gaya hidup yang bisa memengaruhi tidurmu.

Jika dirasa perlu, dokter bisa merujukmu ke sleep lab, di mana spesialis akan memantau aktivitas jantung, otak, dan pernapasanmu selama tidur. Aktivitas neurologis dan kardiovaskular saat tidur bisa memberi jawaban mengapa kamu kesulitan tidur atau terjaga di malam hari. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, spesialis tidur dapat memberikan diagnosis dan saran pengobatan yang tepat untuk masalah tidurmu.
 
Penyebab Gangguan Tidur
 
Kadang, gangguan tidur disebabkan oleh kondisi medis tertentu. Beberapa kondisi yang sering dikaitkan dengan gangguan tidur antara lain:

- Peradangan pada saluran hidung dan sinus
- Asma
- Diabetes melitus
- Penyakit Parkinson
- Tekanan darah tinggi
- Kecemasan
- Depresi klinis
 
Namun, seringkali gangguan tidur disebabkan oleh faktor nonmedis. Beberapa faktor yang dapat memengaruhi kualitas tidur termasuk:

- Kebiasaan tidur yang buruk
- Faktor gaya hidup
- Keadaan yang penuh stres
- Pilihan diet yang tidak tepat
 
Baca Juga: 5 Tips Menjaga Kesehatan Tubuh saat Musim Hujan

Jenis-Jenis Gangguan Tidur
 
Gangguan tidur memengaruhi banyak orang, jadi jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika kamu merasa mengalami salah satu dari gangguan tidur berikut.

1. Insomnia
 
Insomnia didefinisikan sebagai ketidakmampuan untuk tidur atau bertahan tidur, yang menyebabkan gangguan fungsi pada keesokan harinya. Ini adalah gangguan tidur yang paling umum didiagnosis. 
 
Sebuah studi besar dari CDC menunjukkan bahwa durasi tidur sangat bervariasi tergantung pada profesi, status pekerjaan, status perkawinan, dan tempat tinggal. Memiliki kondisi kesehatan kronis lainnya, seperti diabetes atau penyakit jantung, juga meningkatkan risiko terjadinya insomnia.

2. Restless Legs Syndrome (RLS)

RLS adalah sensasi tidak nyaman yang terasa seperti merayap, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada kaki dan membuat seseorang kesulitan tidur. Sekitar 10 persen orang Amerika mengalami RLS dalam beberapa bentuk. Kebanyakan orang dengan RLS yang parah adalah mereka yang berusia paruh baya atau lebih tua, dan wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya.
 
RLS diklasifikasikan sebagai gangguan neurologis, dengan pengobatan dan metode diagnosis yang berbeda dari gangguan tidur lainnya. Jika kamu mengalami gejala RLS, segera bicarakan dengan dokter untuk mencari solusi untuk meredakan gejala dan penyebab yang mendasarinya.

3. Sleep Apnea

Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan gangguan pernapasan, yang menyebabkan suara sesak napas atau berhenti bernapas sejenak saat tidur. Gangguan ini terjadi karena adanya masalah dalam saluran pernapasan, seperti deviasi septum hidung atau polip di sinus, yang menghambat pernapasan selama tidur.

Penderita sleep apnea tidak mendapatkan cukup oksigen saat tidur, yang menyebabkan gangguan tidur. Pengobatan untuk sleep apnea biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin kecil dan masker yang memberikan tekanan pada sinus selama tidur, yang dikenal sebagai Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Alat mulut dan bahkan pembedahan juga dapat direkomendasikan untuk mengatasi gangguan ini.

Penelitian menunjukkan bahwa veteran dan orang-orang dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD) lebih berisiko terkena sleep apnea, dengan kemungkinan 70 persen lebih tinggi. Faktor lain seperti obesitas juga meningkatkan risiko terkena sleep apnea.
 
Baca Juga: 5 Cara Mencerahkan Bibir Gelap dengan Bahan Alami di Rumah
 
Editor : Candra Mega Sari
#gangguan tidur #kesehatan #Tanda-tanda