Gangguan tidur bisa datang dalam berbagai bentuk, dan seringkali kita tidak menyadarinya. Namun, jika dibiarkan, kondisi ini bisa memengaruhi kesehatanmu secara diam-diam. Dilansir dari Healthline, inilah tanda kamu mengalami gangguan tidur yang serius.
Tanda Gangguan Tidur yang Perlu Kamu Waspadai
- Butuh waktu lebih dari 30 menit untuk tidur
- Merasa lelah dan mudah marah sepanjang hari
- Sering terbangun di tengah malam
- Tidur siang terlalu lama
- Kesulitan berkonsentrasi
- Tidur di momen tak terduga
- Terbangun terlalu pagi
- Mendengkur atau napas terhenti
- Kaki gelisah atau kesemutan
- Butuh kafein untuk bertahan sepanjang hari
1. Diagnosis Mandiri
Setelah beberapa minggu, lihat kembali jurnal tidurmu dan cari pola yang mungkin muncul. Apakah ada kebiasaan tertentu yang mengganggu tidurmu? Dengan mengetahui pola tersebut, kamu bisa mulai mengubah kebiasaan yang mungkin menghambat tidurmu yang berkualitas. Setelah itu, jangan ragu untuk berbicara dengan dokter mengenai temuanmu dan kekhawatiran yang kamu rasakan.
Jika dirasa perlu, dokter bisa merujukmu ke sleep lab, di mana spesialis akan memantau aktivitas jantung, otak, dan pernapasanmu selama tidur. Aktivitas neurologis dan kardiovaskular saat tidur bisa memberi jawaban mengapa kamu kesulitan tidur atau terjaga di malam hari. Berdasarkan pemeriksaan tersebut, spesialis tidur dapat memberikan diagnosis dan saran pengobatan yang tepat untuk masalah tidurmu.
- Peradangan pada saluran hidung dan sinus
- Asma
- Diabetes melitus
- Penyakit Parkinson
- Tekanan darah tinggi
- Kecemasan
- Depresi klinis
- Kebiasaan tidur yang buruk
- Faktor gaya hidup
- Keadaan yang penuh stres
- Pilihan diet yang tidak tepat
1. Insomnia
2. Restless Legs Syndrome (RLS)
RLS adalah sensasi tidak nyaman yang terasa seperti merayap, yang dapat menyebabkan rasa sakit pada kaki dan membuat seseorang kesulitan tidur. Sekitar 10 persen orang Amerika mengalami RLS dalam beberapa bentuk. Kebanyakan orang dengan RLS yang parah adalah mereka yang berusia paruh baya atau lebih tua, dan wanita dua kali lebih mungkin mengalaminya.
3. Sleep Apnea
Sleep apnea adalah gangguan tidur yang ditandai dengan gangguan pernapasan, yang menyebabkan suara sesak napas atau berhenti bernapas sejenak saat tidur. Gangguan ini terjadi karena adanya masalah dalam saluran pernapasan, seperti deviasi septum hidung atau polip di sinus, yang menghambat pernapasan selama tidur.
Penderita sleep apnea tidak mendapatkan cukup oksigen saat tidur, yang menyebabkan gangguan tidur. Pengobatan untuk sleep apnea biasanya dilakukan dengan menggunakan mesin kecil dan masker yang memberikan tekanan pada sinus selama tidur, yang dikenal sebagai Continuous Positive Airway Pressure (CPAP). Alat mulut dan bahkan pembedahan juga dapat direkomendasikan untuk mengatasi gangguan ini.
Penelitian menunjukkan bahwa veteran dan orang-orang dengan gangguan stres pascatrauma (PTSD) lebih berisiko terkena sleep apnea, dengan kemungkinan 70 persen lebih tinggi. Faktor lain seperti obesitas juga meningkatkan risiko terkena sleep apnea.