JawaPos.com–Kemampuan untuk tetap tenang di bawah tekanan telah menjadi keterampilan yang sangat berharga. Ada orang yang secara alami mampu tetap tenang dalam situasi penuh tekanan, menjaga ketenangan, dan mengambil keputusan yang tepat, meski dalam situasi sulit.
Apa yang membedakan mereka dari yang lain? Penelitian psikologi telah mengidentifikasi beberapa kebiasaan dan teknik yang memungkinkan orang tetap tenang, bahkan ketika situasi menekan.
Dilansir dari laman New Trader U, Senin (23/9), berikut sepuluh kebiasaan orang yang selalu tenang di tengah tekanan.
- Praktik Mindfulness
Mindfulness atau kesadaran penuh, yaitu praktik berada sepenuhnya dalam momen saat ini, adalah alat yang efektif untuk mengelola stres dan menjaga ketenangan.
Mereka yang rutin melakukan mindfulness, seperti meditasi, latihan pernapasan dalam, atau body scan, cenderung lebih sadar terhadap pikiran dan emosi mereka. Pengamatan tanpa penilaian ini memungkinkan mereka merespons situasi stres dengan bijaksana, bukan impulsif.
Dengan memasukkan mindfulness dalam rutinitas harian, mereka membangun rasa kedamaian batin yang berguna saat tekanan meningkat.
- Mengembangkan Pola Pikir Berkembang (Growth Mindset)
Orang yang tetap tenang di bawah tekanan cenderung melihat tantangan sebagai kesempatan untuk tumbuh dan belajar, bukan sebagai ancaman terhadap kemampuan atau harga diri mereka. Pola pikir berkembang dipopulerkan psikolog Carol Dweck, memungkinkan mereka untuk menerima kesulitan, tetap optimistis dalam menghadapi kegagalan, dan fokus pada upaya serta perbaikan.
Dengan melihat situasi stres sebagai peluang untuk mengembangkan keterampilan baru, mereka menghadapi tekanan dengan rasa ingin tahu dan ketangguhan.
- Mengutamakan Perawatan Diri
Merawat kesehatan fisik dan mental adalah kunci untuk tetap tenang di bawah tekanan. Mereka yang mengutamakan perawatan diri memahami bahwa fondasi kesejahteraan yang kuat memudahkan mereka menghadapi situasi penuh tekanan. Mereka menjaga waktu tidur yang cukup, pola makan seimbang, rutin berolahraga, dan menetapkan batasan yang jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi. Dengan berinvestasi dalam kesehatan dan kebahagiaan mereka, mereka membangun ketahanan dan stamina untuk menghadapi stres dengan tenang.
- Mengembangkan Kecerdasan Emosional
Kecerdasan emosional (EI) berperan penting dalam menjaga ketenangan di bawah tekanan. Orang dengan EI tinggi mampu mengenali dan memahami emosi mereka, mengelola respons emosional dengan efektif, dan berempati terhadap perasaan orang lain. Mereka menggunakan kesadaran emosional ini untuk menghadapi situasi sulit dengan bijaksana, tetap tenang bahkan saat ketegangan tinggi. Dengan mengembangkan kecerdasan emosional melalui refleksi diri, umpan balik, dan latihan, siapa pun dapat meningkatkan kemampuan mereka untuk tetap tenang dan berkomunikasi dengan baik di bawah tekanan.
- Menggunakan Self Talk Positif
Dialog internal yang kita pertahankan dengan diri sendiri sangat memengaruhi tingkat stres dan kemampuan kita untuk tetap tenang. Mereka yang mahir mengelola tekanan sering terlibat dalam self talk positif, menantang pikiran negatif dan mengubah situasi menjadi lebih seimbang atau optimistis. Mereka meningkatkan kepercayaan diri dan motivasi membentuk monolog batin, menciptakan lingkungan mental yang mendorong ketenangan dan ketangguhan di tengah tekanan.
- Menguasai Manajemen Waktu
Manajemen waktu yang efektif adalah kebiasaan penting untuk tetap tenang di bawah tekanan. Mereka yang pandai mengatur waktu cenderung tidak merasa kewalahan oleh tenggat waktu atau tantangan tak terduga. Mereka memprioritaskan tugas, memecah proyek besar menjadi langkah-langkah yang lebih kecil dan dapat dikelola, serta menggunakan alat seperti kalender dan daftar tugas untuk tetap teratur. Dengan menghindari penundaan dan mengendalikan jadwal serta beban kerja, mereka menghadapi situasi penuh tekanan dengan lebih percaya diri dan tenang.
- Memupuk Dukungan Sosial
Jaringan dukungan yang kuat sangat penting untuk mengelola stres dan tetap tenang di bawah tekanan. Mereka yang tetap tenang dalam situasi menantang cenderung menjaga hubungan dekat dengan keluarga dan teman, mencari nasihat dan perspektif dari rekan atau mentor tepercaya, serta berpartisipasi dalam kelompok pendukung atau jaringan profesional. Hubungan ini memberikan dukungan emosional, bantuan praktis, dan perspektif segar yang membantu mereka menjaga ketenangan dan kejernihan saat menghadapi tekanan.
- Fokus Pada Hal yang Bisa Dikendalikan
Salah satu kebiasaan penting dari mereka yang tetap tenang di bawah tekanan adalah kemampuan untuk fokus pada aspek situasi yang bisa mereka pengaruhi, daripada khawatir tentang faktor di luar kendali. Mereka mengidentifikasi langkah-langkah yang bisa diambil untuk menghadapi masalah, menerima ketidakpastian sebagai bagian dari hidup, dan melepaskan kebutuhan akan hasil yang sempurna. Dengan memusatkan energi pada elemen yang bisa dikendalikan, mereka mempertahankan rasa kuasa dan tujuan, mengurangi perasaan tak berdaya atau cemas dalam situasi tekanan tinggi.
- Menerapkan Cognitive Reappraisal
Cognitive reappraisal, yaitu praktik menafsirkan ulang situasi untuk mengubah dampak emosionalnya, adalah teknik yang kuat untuk mengelola emosi dan tetap tenang di bawah tekanan. Mereka yang unggul dalam kebiasaan ini mencari perspektif alternatif tentang peristiwa stres, menemukan aspek positif atau manfaat potensial dalam situasi sulit, dan melihat masalah dari perspektif kehidupan yang lebih luas. Dengan mengubah persepsi mereka tentang situasi stres, mereka mengurangi dampak emosionalnya dan menjaga ketenangan serta kejernihan.
- Mengembangkan Keterampilan Pemecahan Masalah
Mereka yang tetap tenang di bawah tekanan sering kali memiliki keterampilan pemecahan masalah yang baik. Mereka menghadapi tantangan secara sistematis, mendefinisikan masalah dengan jelas, menghasilkan beberapa solusi potensial, mengevaluasi opsi secara objektif, serta mengimplementasikan dan menyesuaikan strategi sesuai kebutuhan.
Keterampilan pemecahan masalah yang kuat memberikan rasa percaya diri dalam menghadapi situasi sulit, mengurangi kecemasan, dan mendorong ketenangan bahkan dalam situasi paling mendesak. Dengan melatih dan mengasah keterampilan ini, siapa pun bisa menjadi pemecah masalah yang lebih efektif dan tetap tenang di bawah tekanan.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah