Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Bapperida Cirebon Kaji Solusi Dampak Iklim pada Sekolah Pesisir

Antara • Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:49 WIB
Bapperida Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan UPI dan INOVASI mengkaji solusi guna mengurangi dampak perubahan iklim terhadap aktivitas sekolah di wilayah pesisir Cirebon. (Pemkab Cirebon/Antara)
Bapperida Kabupaten Cirebon berkolaborasi dengan UPI dan INOVASI mengkaji solusi guna mengurangi dampak perubahan iklim terhadap aktivitas sekolah di wilayah pesisir Cirebon. (Pemkab Cirebon/Antara)
 

JawaPos.com - Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Kabupaten Cirebon mengkaji sejumlah solusi untuk mengurangi dampak perubahan iklim terhadap layanan pendidikan di sekolah-sekolah pesisir.

Kepala Bidang Riset dan Inovasi Bapperida Kabupaten Cirebon Eva Musyaerofah mengatakan, upaya itu telah dilakukan melalui kerja sama dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan mitra Program Inovasi untuk Anak Sekolah Indonesia (INOVASI). Kerja sama itu, menghasilkan sejumlah usul, antara lain penyesuaian jadwal pembelajaran di wilayah terdampak, pengembangan metode belajar yang adaptif, serta penguatan edukasi mengenai perubahan iklim di sekolah.

Perubahan iklim kini menjadi tantangan baru bagi sektor pendidikan, terutama di daerah pesisir Cirebon yang kerap terdampak banjir rob dan cuaca yang sulit diprediksi. Menurut Eva, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap kebijakan yang disusun mengacu pada hasil kajian sehingga dapat menjawab kebutuhan kelompok masyarakat yang paling terdampak.

Baca Juga: MPR: Pemenuhan Hak Masyarakat Adat Tak Boleh Ditunda

“Pendekatan berbasis data penting dilakukan agar kebijakan yang lahir mampu memberikan perlindungan bagi anak-anak dari keluarga nelayan dan kelompok rentan lainnya,” ujar Eva Musyaerofah dilansir dari Antara.

Dia memastikan bakal merumuskan rekomendasi kebijakan yang dapat diterapkan untuk memperkuat ketahanan sektor pendidikan di wilayah pesisir. Sekaligus menjadi model penanganan bagi daerah lain yang menghadapi tantangan serupa.

“Persoalan tersebut tidak dapat diselesaikan oleh satu institusi saja, melainkan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak mulai dari pemerintah, akademisi, hingga satuan pendidikan,” beber Eva Musyaerofah.

Baca Juga: Polres Majalengka Ringkus Pelaku Penipuan Keuangan Digital

Dia menyampaikan, SDN Ambulu 3 di Kecamatan Losari, Cirebon menjadi salah satu lokasi yang mendapat perhatian karena menghadapi berbagai dampak perubahan iklim. Pihaknya mendata sekolah di kawasan pesisir itu tercatat mengalami gangguan akibat banjir rob, sementara kondisi ekonomi keluarga siswa yang bergantung pada sektor perikanan turut memengaruhi proses pendidikan.

Sementara itu, salah satu peneliti dari UPI Dr. Irena menekankan pentingnya penguatan adaptasi sistem pendidikan di sejumlah daerah pesisir. Hal itu guna menghadapi tantangan perubahan iklim.

Menurut dia, kondisi yang terjadi di SDN Ambulu 3 menunjukkan bahwa persoalan iklim dapat berpengaruh terhadap kesempatan belajar dan perkembangan pendidikan anak.

Baca Juga: DLH Cirebon Kerahkan Truk dan Alat Berat Angkut Tumpukan Sampah di Pasar

“Fenomena yang terjadi di wilayah pesisir memperlihatkan bahwa perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga berimbas pada akses pendidikan peserta didik,” ungkap Irena.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#perubahan iklim #kabupaten cirebon #pesisir