Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Distan Cirebon Jaga Produksi Beras Capai 300 Ribu Ton Per Tahun untuk Pertahankan Surplus Pangan

Antara • Senin, 1 Juni 2026 | 07:00 WIB
Produksi beras di Kabupaten Cirebon untuk mempertahankan surplus pangan. (Fathnur Rohman/Antara)
Produksi beras di Kabupaten Cirebon untuk mempertahankan surplus pangan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Cirebon memprioritaskan upaya menjaga produksi beras tetap mencapai 300 ribu ton per tahun guna mempertahankan surplus pangan. Produksi beras daerah tersebut saat ini mencapai sekitar 350.000-360.000 ton per tahun.

Kepala Subsektor Produksi Tanaman Pangan Distan Kabupaten Cirebon Iwan Mulyawan mengatakan, produksi beras 350.000-360.000 ton per tahun itu, menghasilkan surplus sekitar 90.000 ton per tahun. Sehingga Kabupaten Cirebon tetap menjadi salah satu daerah penyangga pangan di Jawa Barat.

Dia mengatakan, surplus beras tersebut mengalami penurunan dibandingkan satu dekade lalu, yang mencapai sekitar 110.000 ton per tahun.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Optimistis Produksi Garam Rakyat Capai 76 Ribu Ton

“Ada penurunan sekitar 20.000 ton dibandingkan periode 2014-2015. Hal itu dipengaruhi oleh penyusutan lahan pertanian dan pertumbuhan jumlah penduduk,” kata Iwan Mulyawan dilansir dari Antara.

Dia menyampaikan berkurangnya luas lahan pertanian dan meningkatnya jumlah penduduk, menjadi faktor utama yang memengaruhi tren penurunan surplus tersebut. Distan mencatat luas baku sawah di Kabupaten Cirebon saat ini sekitar 49.690 hektare, lebih rendah dibandingkan data 2024 yang mencapai 50.466 hektare.

Dari total luas tersebut, lanjut dia, sekitar 44.000-45.000 hektare digunakan untuk budidaya padi, sementara sisanya dimanfaatkan untuk tanaman palawija dan hortikultura. Untuk menjaga produksi tetap stabil, Distan telah menyiapkan sejumlah langkah antisipasi menghadapi musim kemarau tahun ini.

Baca Juga: Pemkab Kuningan Bantu Petani Perkuat Kualitas Kopi Daerah

"Kami memastikan distribusi serta ketersediaan air bagi lahan pertanian tetap terjaga selama musim kemarau," ungkap Iwan Mulyawan.

Selain itu, Distan menyiagakan pompa air bantuan pemerintah maupun milik petani serta mendorong percepatan masa tanam agar tanaman lebih siap menghadapi kondisi kering. “Dukungan itu penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan mempertahankan produksi beras Kabupaten Cirebon di tengah ancaman kekeringan," tandas Iwan Mulyawan.

Distan Cirebon mencatat pada periode Januari hingga April 2026, produksi Gabah Kering Giling (GKG) tercatat 139.811 ton atau setara 89.633 ton beras.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#produksi beras #kabupaten cirebon #dinas pertanian