Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Pemkab Kuningan Bantu Petani Perkuat Kualitas Kopi Daerah

Antara • Kamis, 28 Mei 2026 | 20:11 WIB
Hasil panen biji kopi robusta di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Hasil panen biji kopi robusta di Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com - Pemerintah Kabupaten Kuningan membantu petani memperkuat kualitas kopi daerah melalui pengembangan sektor hulu hingga hilir. Hal itu guna meningkatkan daya saing produk di pasaran.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kuningan Wahyu Hidayah mengatakan, pengembangan kopi di daerah dilakukan secara bertahap dengan fokus pada peningkatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani. Penguatan pada sektor tersebut menjadi langkah penting agar peluang pasar internasional dapat dimanfaatkan secara optimal oleh petani kopi di Kabupaten Kuningan.

"Penguatan kualitas, tata kelola, dan kapasitas petani menjadi kunci agar peluang pasar global benar-benar bisa dimanfaatkan,” kata Wahyu Hidayah dilansir dari Antara.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Sebut Situs Huludayeuh Simpan Jejak Kerajaan Sunda

Dia menjelaskan tren produksi kopi di Kabupaten Kuningan menunjukkan peningkatan positif dalam beberapa tahun terakhir, khususnya untuk komoditas kopi robusta. Berdasar data pemerintah daerah, produksi kopi robusta pada 2025 mencapai 1.173,39 ton atau meningkat dibandingkan 2024 yang sebesar 726,03 ton.

Sementara itu, dia mengatakan produksi kopi arabika di daerah tersebut relatif stabil dengan tingkat produktivitas sekitar 900 kilogram per hektare. Meski produksi meningkat, tantangan pengembangan kopi masih berada pada sektor hilir, terutama terkait standardisasi mutu dan pengolahan pasca panen.

Menurut Wahyu, kualitas pengolahan pascapanen menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya saing produk kopi di pasar global. Dia mencontohkan Desa Karangsari memiliki potensi menjadi model pengembangan kopi berbasis kualitas, sekaligus lokomotif kebangkitan kopi daerah di Kabupaten Kuningan.

Baca Juga: Pemkot Cirebon Optimalkan RPH untuk Penyembelihan Hewan Kurban

"Kami dan sejumlah pihak, selama ini melakukan pendampingan melalui pembentukan klaster kopi di Desa Karangsari guna memperkuat kualitas, kelembagaan, dan daya saing petani kopi daerah,” ungkap Wahyu Hidayah.

Dia menambahkan, tak hanya meningkatkan produksi, pemerintah daerah juga terus mendorong penguatan nilai tambah agar kopi lokal tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan baku.

"Produk kopi saat ini tidak hanya menjual komoditas, tetapi juga kualitas, cerita, dan pengalaman yang melekat pada produk tersebut,” ujar Wahyu.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Diskatan kuningan kopi