JawaPos.com–Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kabupaten Cirebon optimistis kinerja ekspor produk berbahan rotan bisa menguat pada 2026. Hal itu seiring dengan adanya capaian positif dalam beberapa tahun terakhir.
Kepala Disperdagin Kabupaten Cirebon Suhartono mengatakan, nilai ekspor produk rotan dan furnitur sejauh ini masih relatif stabil dan menunjukkan tren pertumbuhan. Nilai ekspor dari sektor tersebut tercatat sebesar 102,79 juta dolar AS pada 2023, kemudian angka itu meningkat signifikan pada 2024 menjadi 156,97 juta dolar AS.
Sementara pada 2025, kata Suhartono, nilai ekspor berada di angka 126,84 juta dolar AS dan capaian tersebut masih menunjukkan kinerja positif.
Baca Juga: PT KAI Daop 3 Cirebon Pastikan Lokomotif Gunakan Biosolar Jenis B40
”Untuk nilai ekspor rotan sendiri cukup stabil. Bahkan ada peningkatan dibanding tahun sebelumnya,” ujar Suhartono dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan kinerja ekspor tersebut, khususnya produk berbahan rotan, bisa kembali menguat selama periode 2026 meski di tengah dinamika global yang terjadi saat ini. Industri rotan sebagai salah satu andalan ekspor masih menggunakan bahan impor, terutama untuk proses finishing seperti pernis berbahan dasar minyak bumi.
Kondisi tersebut, kata dia, memang memberi pengaruh terhadap biaya produksi, namun tidak sampai mengganggu kinerja ekspor secara signifikan.
Baca Juga: Polisi Sita 53.124 Butir Obat Keras Ilegal dari Bandar di Cirebon
”Memang ada dampak dari bahan baku impor seperti pernis, tetapi kami pantau tidak terlalu signifikan terhadap ekspor,” tandas Suhartono.
Disperdagin telah memberikan pendampingan teknis terkait diversifikasi produk pada 14-17 April 2026, yang melibatkan 30 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) untuk meningkat daya saing. Suhartono menjelaskan, setiap peserta diberikan pendampingan untuk pengembangan desain, inovasi produk, peningkatan kualitas, serta strategi diversifikasi.
Suhartono menegaskan, pelaku IKM maupun industri besar, turut mendorong kapasitas produksi dan nilai ekspor, termasuk produk rotan asal Cirebon.
”Dari sisi kuantitas dan kualitas industri meningkat, sehingga produksi dan ekspor juga ikut terdorong,” tutur Suhartono.
Dia menambahkan, secara total nilai ekspor Kabupaten Cirebon mengalami pertumbuhan dengan rincian 354,59 juta dolar AS pada 2023, lalu meningkat menjadi 423,89 juta dolar AS pada 2024 dan kembali naik menjadi 432,05 juta dolar AS selama 2025.
”Jadi dari sisi kuantitas maupun kualitas (produk ekspor) tetap stabil,” ucap Suhartono.
Baca Juga: DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang
Editor : Latu Ratri Mubyarsah