JawaPos.com–Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengimbau petani di Kabupaten Indramayu untuk bersiap mengantisipasi musim kemarau yang diperkirakan lebih kering akibat fenomena El Nino pada 2026.
Koordinator Bidang Informasi Iklim Terapan BMKG Siswanto mengatakan, El Nino dapat memicu kenaikan suhu dan cuaca panas ekstrem, termasuk di Indonesia. Dia menyebutkan berdasar pengalaman sebelumnya, kondisi panas biasanya meningkat saat terjadi El Nino, seperti pada periode 2015-2016.
”Potensi kemarau tahun ini lebih kering dari tahun lalu, tetapi tidak sekuat El Nino besar sebelumnya,” kata Siswanto seperti dilansir dari Antara.
Baca Juga: Pemkab Kuningan Pastikan Dua Varietas Tembakau Lokal Tersertifikasi
Dia menyampaikan musim kemarau pun diprediksi berlangsung lebih lama, sehingga hari tanpa hujan akan lebih panjang dan musim hujan kemungkinan datang lebih lambat.
”Durasi kemarau diperkirakan lebih panjang dan awal musim hujan berpotensi mundur,” ujar Siswanto.
Dia menuturkan kondisi tersebut dapat berdampak pada pertanian, terutama tanaman yang membutuhkan banyak air, karena berisiko mengalami gagal panen.
Baca Juga: Kejari Indramayu Musnahkan Uang Palsu dan Barang Bukti dari 173 Kasus
”Tanaman yang membutuhkan banyak air berpotensi terdampak hingga gagal panen jika kekeringan terjadi,” terang Siswanto.
Selain itu, ketersediaan air di waduk dan sungai juga perlu diperhatikan karena berpengaruh pada irigasi. Meski begitu, dia menyampaikan wilayah Indramayu dinilai masih memiliki peluang bertahan karena banyak sawah yang menggunakan irigasi dan didukung aliran Sungai Cimanuk.
BMKG menyarankan petani mulai menyimpan air sejak sekarang, misalnya melalui embung atau kolam penampungan. Selain itu, petani juga dianjurkan memilih tanaman yang cepat panen dan lebih hemat air, serta mulai tanam lebih awal selagi air masih tersedia.
”Kami berharap pasokan air dari irigasi dan sungai tetap cukup untuk mendukung pertanian,” tandas Siswanto.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah