Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

BI Sebut Pertumbuhan Ekonomi di Ciayumajakuning Capai 5,09 Persen

Antara • Jumat, 3 April 2026 | 14:28 WIB
Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)
Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis (tengah). (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Cirebon menyebutkan perekonomian di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka dan Kuningan (Ciayumajakuning) pada 2025 mengalami pertumbuhan 5,09 persen (year on year/yoy).

”Angka tersebut meningkat dibandingkan pada 2024 yang tercatat sebesar 4,34 persen (yoy),” kata Kepala KPw BI Cirebon Wihujeng Ayu Rengganis dilansir dari Antara di Cirebon, Jumat (3/4).

Dia menyebutkan, kontribusi Ciayumajakuning terhadap perekonomian Jawa Barat mencapai 10,24 persen. Hal itu ditopang oleh lapangan usaha industri pengolahan, pertanian, perdagangan besar dan eceran, transportasi dan pergudangan, serta konstruksi.

Baca Juga: Pemkab Cirebon Terapkan Salam Khas Daerah Guna Lestarikan Tradisi

BI Cirebon mendata berdasar rincian produk domestik regional bruto (PDRB), Kabupaten Indramayu menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 3,73 persen. ”Selanjutnya, Kabupaten Cirebon menyumbang sebesar 2,41 persen, diikuti Majalengka 1,65 persen, Kuningan 1,37 persen, serta Kota Cirebon sebesar 1,08 persen,” terang Wihujeng Ayu Rengganis.

Dari sisi indikator perekonomian, kata Wihujeng, pertumbuhan investasi di Ciayumajakuning pada 2025 tercatat sebesar 5,27 persen (yoy).

Dia menyampaikan, untuk tingkat kemiskinan di wilayah tersebut berada pada level 9,02 persen, sedangkan tingkat pengangguran terbuka (TPT) tercatat sebesar 6,10 persen.

Baca Juga: BPS Catat Tarif Listrik hingga Komoditas Pangan Picu Inflasi di Cirebon

Selain itu, dia menuturkan optimisme konsumen terutama di Kota Cirebon terus meningkat, tercermin dari Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Maret 2026 sebesar 145,8. Berdasar hasil Liaison BI, penjualan pelaku usaha pada triwulan I-2026 membaik dengan level saldo (LS) total penjualan meningkat menjadi 0,69.

”Penjualan domestik meningkat didorong oleh perbaikan permintaan yang didukung dengan membaiknya optimisme masyarakat,” ungkap Wihujeng Ayu Rengganis.

Wihujeng menyebutkan penjualan ekspor masih terkontraksi seiring ketidakpastian kondisi global. Namun secara umum penjualan ke depan diperkirakan akan terus membaik.

Sementara itu, lanjut dia, hasil Survei Kegiatan Dunia Usaha triwulan I 2026 menunjukkan kegiatan usaha di Ciayumajakuning diperkirakan masih tumbuh dengan saldo bersih tertimbang (SBT) sebesar 40,7 persen. Kondisi investasi juga diperkirakan meningkat dengan SBT sebesar 13,59 persen, lebih tinggi dibandingkan triwulan sebelumnya sebesar 3,19 persen.

”Namun demikian, sebagian industri masih bersikap menunggu (wait and see) yang tercermin dari indeks PMI kinerja industri pengolahan di Ciayumajakuning yang berada pada level 43,47 persen atau masih di bawah 50 persen,” tutur Wihujeng Ayu Rengganis.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#pertumbuhan ekonomi #bank indonesia #ciayumajakuning