JawaPos.com–Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat Bambang Mujiarto menyebutkan penguatan sektor budaya harus dilakukan sebagai fondasi utama dalam pembangunan daerah di Kabupaten Cirebon. Hal itu guna menciptakan pembangunan yang berkelanjutan dan berkarakter.
Bambang mengatakan, Cirebon memiliki kekayaan sejarah dan budaya yang kuat sehingga dapat menjadi sumber gagasan dalam merancang arah pembangunan daerah. Pendekatan pembangunan berbasis budaya menjadi penting untuk menjaga identitas daerah sekaligus mendorong kemajuan yang tidak tercerabut dari akar sejarah.
”Kami sudah membedah kembali budaya Cirebon melalui pendekatan program ngaji budaya,” kata Bambang Mujiarto dilansir dari Antara.
Baca Juga: Legislator Jabar Minta Pembinaan UMKM di Kuningan Menyeluruh
Dia menjelaskan, program tersebut merupakan bagian dari rangkaian kunjungan di 40 kecamatan di Jabar. Trusmi Wetan, Kabupaten Cirebon, menjadi salah satu lokasi pelaksanaan.
Menurut dia, budaya Cirebon memiliki kekuatan narasi yang tidak kalah dengan daerah lain. Sehingga dapat menjadi pijakan dalam merumuskan kebijakan pembangunan.
”Dari kekuatan cerita itu, gagasan pembangunan bisa lahir dengan menjadikan budaya sebagai dasar kebijakan,” tandas Bambang Mujiarto.
Dia menyampaikan, pembangunan berbasis budaya diyakini mampu mengembalikan identitas kejayaan masa lalu. Termasuk konsep maritim yang pernah berkembang di Cirebon.
Selain itu, kata dia, kawasan Muara Jati menjadi salah satu bukti sejarah sebagai pusat perdagangan dan interaksi internasional pada masanya. ”Penguatan sektor budaya dapat mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pengembangan ekonomi berbasis kearifan lokal,” ungkap Bambang Mujiarto.
Dia menekankan pentingnya sinergisitas antara pemerintah daerah dan Pemprov Jabar dalam menyelesaikan persoalan pembangunan. Seperti kemiskinan, kesenjangan, dan pengangguran.
Bambang juga menyoroti tantangan generasi muda di tengah arus globalisasi dan perkembangan teknologi informasi, yang dapat memengaruhi identitas budaya. Perubahan zaman tidak bisa dihindari, namun menjaga jati diri budaya menjadi tantangan yang harus dihadapi bersama.
”Refleksi melalui kegiatan budaya di masyarakat pedesaan bisa menjadi cara untuk mengembalikan jati diri yang mulai terkikis,” tutur Bambang Mujiarto.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah