JawaPos.com–Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Majalengka menangani 14 kejadian bencana akibat cuaca ekstrem. Yakni hujan lebat disertai angin kencang yang melanda wilayah tersebut sejak Rabu (11/2) sore.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Majalengka Agus Tamim mengatakan, kejadian tersebut meliputi tanah longsor, banjir, dan dampak cuaca ekstrem lainnya yang tersebar pada enam kecamatan. Enam kecamatan terdampak yakni Maja, Argapura, Talaga, Lemahsugih, Kadipaten, dan Panyingkiran.
”Hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa,” kata Agus Tamim seperti dilansir dari Antara.
Dia menjelaskan, hujan turun merata di seluruh wilayah Majalengka, dengan kawasan selatan yang memiliki kontur perbukitan menjadi daerah paling banyak mengalami longsor. Personel BPBD bersama instansi terkait dikerahkan ke sejumlah lokasi terdampak bencana, untuk melakukan asesmen dan penanganan darurat.
Menurut dia, langkah yang dilakukan antara lain evakuasi warga terdampak serta pembersihan material longsor dan genangan banjir di sejumlah titik.
”Kami pun berkoordinasi dengan BBWS Cimanuk untuk memantau tinggi muka air di Bendung Rentang dan Bendung Kamun, guna mengantisipasi potensi luapan,” terang Agus Tamim.
Berdasar data sementara, kata dia, peristiwa bencana di Kabupaten Majalengka sempat mengganggu akses transportasi warga. Jalur provinsi Maja-Talaga di wilayah Cikebo, Majalengka, tidak dapat dilalui kendaraan selama sekitar satu jam akibat material longsor menutup bahu jalan.
”Sementara di Kecamatan Panyingkiran, banjir merendam dua desa yakni Bonang dan Leuwiseeng,” beber Agus Tamim.
BPBD mencatat sebanyak 65 rumah warga serta satu rumah ibadah terdampak genangan, meski sebagian besar air kini mulai berangsur surut. Agus mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan karena cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi.
”Kami mengimbau masyarakat untuk selalu mengikuti informasi resmi dari BPBD dan segera melaporkan apabila terjadi kondisi darurat,” tandas Agus Tamim.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah