JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Kuningan melakukan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT) secara serentak di sejumlah kecamatan. Kegiatan itu dilaksanakan untuk mencegah kerusakan lahan sawah yang sudah ditanami padi.
”Langkah ini dilakukan sebagai respons cepat terhadap potensi serangan hama dan penyakit tanaman padi,” kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah seperti dilansir dari Antara di Kuningan.
Dia mengatakan, kegiatan rutin ini harus dilakukan, agar serangan hama dan penyakit tanaman padi tidak mengganggu stabilitas produksi pertanian daerah. Pemerintah daerah telah menargetkan surplus padi pada 2026 meningkat menjadi 125.000 ton, dibandingkan capaian sebelumnya sekitar 120.000 ton.
Wahyu Hidayah menyebutkan, salah satu kegiatan dipusatkan di Desa Salareuma, Kecamatan Cipicung, berupa pengendalian hama tikus pada areal persawahan seluas sekitar 10 hektare. Selain itu, pihaknya melaksanakan kegiatan serupa pada beberapa sawah di Kabupaten Kuningan dengan luas sekitar 107 hektare.
Menurut Wahyu, pengendalian hama tikus tidak dapat dilakukan secara parsial dan tidak cukup hanya mengandalkan penggunaan racun. ”Pengendalian yang efektif, harus dilaksanakan secara terpadu, serentak, dan berkelanjutan dengan melibatkan seluruh petani dalam satu hamparan sejak pra tanam hingga awal pertanaman,” terang Wahyu Hidayah.
Dia menjelaskan, pengendalian mekanis dapat dilakukan melalui gropyokan serentak, pemasangan perangkap, serta penutupan dan perusakan sarang tikus di sekitar lahan pertanian. Selain itu, pengendalian kultur teknis juga menjadi bagian penting, antara lain melalui tanam padi serempak, menjaga kebersihan pematang dan saluran, serta pengelolaan sisa jerami.
”Kami pun mendorong pengendalian biologis dengan memanfaatkan musuh alami, seperti burung hantu melalui pembangunan rumah burung hantu, serta predator alami lainnya,” ungkap Wahyu Hidayah.
Dia mengatakan, untuk penggunaan rodentisida dalam pengendalian OPT harus dilakukan secara terbatas dan selektif. Khususnya pada kondisi serangan berat agar tidak menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan.
”Melalui pengendalian OPT secara serentak ini, kami berharap ancaman hama dan penyakit tanaman dapat ditekan sehingga produktivitas padi di daerah,” ucap Wahyu Hidayah.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah