JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka memberikan apresiasi kepada Sumedang atas keberhasilan dalam menerapkan sistem pemerintahan digital yang dinilai mengalami kemajuan pesat. Sumedang menjadi contoh terbaik di wilayah sekitar.
Bupati Majalengka Herman Suherman mengatakan, transformasi digital yang dilakukan Sumedang telah menghadirkan perubahan signifikan dalam tata kelola pemerintahan. Sehingga layak dijadikan rujukan bagi daerah lain, termasuk Majalengka.
”Kami melihat perkembangan Sumedang luar biasa, mulai dari pembangunan manusia, infrastruktur, hingga harmonisasi pemerintahannya, semuanya menginspirasi. Itulah alasan kami datang. Bukan hanya untuk menghargai Bupati, tetapi menjadikannya guru,” ujar Herman Suherman seperti dilansir dari Antara.
Nilai indeks Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) dari Kabupaten Sumedang sendiri menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam tiga tahun terakhir. Pada 2021 nilai indeks tercatat sebesar 3,52, meningkat menjadi 3,84 pada 2022, kemudian naik lagi menjadi 4,14 pada 2023. Pada 2024, indeks SPBE mencapai 4,51 poin, yang merupakan capaian tertinggi sejauh ini.
Herman mengakui, kunjungannya bersama jajaran perangkat daerahnya ke Sumedang merupakan upaya untuk belajar langsung dari daerah yang dinilai dapat diadopsi.
”Sering kami melakukan studi ke luar daerah, padahal tetangga kita justru yang terbaik. Oleh karena itu, kami membawa jajaran untuk belajar langsung, memahami sistem, dan berharap dapat mengadopsi model yang diterapkan di Sumedang,” kata Herman Suherman.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir menyampaikan rasa hormat dan bangga atas kehadiran Bupati beserta jajaran Pemerintah Kabupaten Majalengka. Digitalisasi di Sumedang dibangun dengan pendekatan mandiri, tidak bergantung pada vendor, sehingga sistem yang dibuat lebih fleksibel, terbuka, dan mudah ditiru.
”Command Center ini dibangun tim internal kami, bukan vendor. Karena kalau vendor yang pegang, kita hanya menjadi pengguna. Dengan sistem terbuka, seluruh data bisa dikelola pemerintah sendiri dan siap dibagikan melalui MoU,” jelas Dony.
Dia juga menekankan bahwa keberadaan Command Center (Pusat kontrol) Sumedang bukan hanya sekadar pusat layar CCTV, melainkan pusat kendali pemerintahan yang berbasis data. Kerangka pikir dan kerangka kerja pembangunan Sumedang, mulai dari identifikasi masalah hingga penyusunan kebijakan berbasis dampak.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah