Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Polres Kuningan Bantu Pemda Perluas Areal Tanam Jagung Hibrida

Antara • Minggu, 27 Juli 2025 | 09:30 WIB
Polres Kuningan bersama Diskatan melaksanakan program perluasan tanam jagung hibrida di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede. (Diskatan Kuningan/Antara)
Polres Kuningan bersama Diskatan melaksanakan program perluasan tanam jagung hibrida di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede. (Diskatan Kuningan/Antara)

JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Kuningan membantu pemerintah daerah untuk merealisasikan perluasan areal tanam jagung hibrida pada lahan baku sawah (LBS) di Desa Windujanten, Kecamatan Kadugede, Kabupaten Kuningan.

Wakil Kepala Polres Kuningan Kompol Deny Rahmanto mengatakan, target awal penanaman jagung hibrida di LBS Desa Windujanten sekitar 487 hektare. Kini luas tanam mencapai 509 hektare.

Menurut dia, penambahan areal tanam ini bisa dilakukan melalui kerja sama lintas sektor. Termasuk dukungan dari pemerintah desa serta Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (Diskatan) Kabupaten Kuningan.

”Program ini merupakan implementasi instruksi Kapolri agar kami ikut serta dalam program ketahanan pangan di daerah,” kata Deny Rahmanto seperti dilansir dari Antara.

Dalam pelaksanaannya, kata dia, personel dari Polres Kuningan dikerahkan untuk mendampingi kelompok tani dan mendorong pemanfaatan lahan pertanian agar lebih maksimal.

”Jadi kami ikut membantu petani, untuk memanfaatkan lahan tidur yang sudah lama tidak digunakan, kemudian ditanami jagung hibrida,” terang Deny Rahmanto.

Sementara itu Kepala Diskatan Kabupaten Kuningan Wahyu Hidayah menuturkan, perluasan areal tanam ini merupakan strategi pemerintah daerah. Yakni untuk meningkatkan produksi jagung dan mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dia menyebutkan berdasar data pada 2024, realisasi penanaman jagung di daerahnya mencapai 3.512 hektare. Dengan hasil panen seluas 3.035 hektare dan total produksi sebesar 16.617 ton.

Dari data tersebut, kata Wahyu, tingkat produktivitas lahan jagung di Kabupaten Kuningan rata-rata tercatat mencapai 54,75 kuintal per hektare. Untuk program saat ini, pemerintah daerah menggandeng TNI-Polri untuk memprioritaskan pengembangan budidaya padi dan jagung hibrida.

”Penanganannya melibatkan TNI dan Polri sebagai pendamping lapangan. Kami bahkan mengusulkan perluasan tambahan seluas 200 hektare untuk tanam jagung hingga akhir 2025,” tandas Wahyu Hidayah.

Wahyu menambahkan, selain bantuan sarana produksi pertanian, penyuluh pertanian dari Diskatan Kuningan diterjunkan untuk memastikan petani mendapatkan pendampingan teknis selama masa tanam. Khusus di Desa Windujanten, pihaknya mencatat sekitar 20 persen dari Dana Desa telah dialokasikan khusus untuk mendukung sektor ketahanan pangan melalui program penanaman jagung dan komoditas lainnya.

”Bantuan benih, alat pertanian, dan pompa air dari pemerintah telah membantu memberdayakan kembali lahan-lahan yang sebelumnya tidak produktif. Seperti di Desa Windujanten,” ucap Wahyu Hidayah.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#jagung hibrida #polres kuningan #pertanian #ketahanan pangan