JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Cirebon menghadirkan program pelatihan budaya dan bahasa Jepang. Program itu untuk membantu masyarakat kurang mampu namun berprestasi, yang tertarik menjadi calon pekerja migran dengan tujuan negara tersebut.
Bupati Cirebon Imron mengatakan, program ini dapat membantu masyarakat meningkatkan keterampilan dan daya saing di pasar kerja internasional, khususnya Jepang.
”Pelatihan ini dibuka secara daring diikuti 595 peserta. Bulan selanjutnya akan ada lagi,” kata Imron seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, pelatihan ini ditujukan untuk membantu masyarakat yang kesulitan mendapatkan pekerjaan. Terutama lulusan SMA/SMK yang tidak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.
Dia mengatakan, penguasaan bahasa dan budaya ini menjadi modal penting bagi tenaga kerja yang ingin bekerja di luar negeri. Terutama di Jepang yang saat ini membutuhkan sekitar 300 ribu tenaga kerja asing.
”Program ini bertujuan meningkatkan keterampilan masyarakat agar memiliki daya saing, khususnya di Jepang yang menawarkan gaji besar dan perlindungan yang baik,” ujar Imron.
Imron menjelaskan, Kabupaten Cirebon merupakan salah satu kantong utama Pekerja Migran Indonesia (PMI). Pada 2024, mencapai 11.420 orang, meningkat dari tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 10.550 orang.
Dia menyebutkan, dengan tingginya minat masyarakat bekerja ke luar negeri, pemerintah daerah berupaya menyiapkan tenaga kerja yang kompeten dan siap bersaing.
”Kami berharap pelatihan ini bisa meningkatkan kompetensi dan keterampilan peserta, sehingga mereka siap bersaing untuk mendapatkan pekerjaan di Jepang,” ujar Imron.
Dia menyampaikan, dari data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat pengangguran di Kabupaten Cirebon pada 2024 tercatat sebesar 6,74 persen atau sekitar 84,99 ribu orang, meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai 7,65 persen.
Meski menurun, Imron mengakui angka tersebut masih cukup tinggi dan menjadi perhatian pemerintah daerah untuk terus menurunkan jumlah pengangguran. Hal itu dilakukan melalui berbagai program pelatihan keterampilan kerja.
Selain itu, dia mengemukakan tingkat kemiskinan di Kabupaten Cirebon pada 2024 tercatat 11,20 persen atau sekitar 249,18 ribu orang. Angka itu menunjukkan masih banyak masyarakat yang memerlukan dukungan untuk meningkatkan taraf hidupnya.
”Kami mengajak seluruh dinas terkait lainnya untuk menghadirkan program seperti ini, untuk pengentasan kemiskinan dan pengurangan pengangguran,” ucap Imron.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah