JawaPos.com–Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Cirebon mencatat jumlah kunjungan wisatawan selama masa libur Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 mencapai 49.700 orang yang berasal dari dalam serta luar daerah.
Kepala Disbudpar Kota Cirebon Agus Sukmanjaya mengatakan, angka kunjungan tersebut terdiri atas 49.620 wisatawan domestik dan 80 turis mancanegara. Destinasi wisata utama yang menarik perhatian wisatawan selama periode tersebut meliputi enam lokasi unggulan. Yakni Keraton Kasepuhan, Keraton Kanoman, Keraton Kacirebonan, Cirebon Waterland, Taman Air Gua Sunyaragi, dan Wisata Bahari Kejawanan.
”Dari semua destinasi, Wisata Bahari Kejawanan menjadi primadona dengan jumlah kunjungan mencapai 40.171 wisatawan, yang didominasi turis domestik,” ujar Agus Sukmanjaya.
Menurut dia, Wisata Bahari Kejawanan dinilai unggul karena menawarkan pemandangan laut yang bagus, serta dilengkapi fasilitas memadai hingga lokasinya yang strategis di pesisir Cirebon.
”Dengan suasana alami dan biaya masuk yang terjangkau, destinasi ini menjadi favorit keluarga dan para wisatawan,” kata Agus Sukmanjaya.
Dia mengatakan, selain Wisata Bahari Kejawanan, tiga keraton di Cirebon juga menjadi tujuan populer dengan total kunjungan sebanyak 5.025 wisatawan selama periode libur tersebut. Keraton-keraton di Cirebon, menawarkan keunikan budaya dan sejarah yang kental.
Keraton Kasepuhan, misalnya, memikat pengunjung dengan koleksi artefak serta arsitektur khas Jawa yang megah.
”Sedangkan Keraton Kanoman dan Kacirebonan menyajikan pengalaman budaya yang otentik melalui berbagai tradisi dan kegiatan seni,” tutur Agus Sukmanjaya.
Dia menyebutkan, kenaikan jumlah kunjungan pada periode libur ini menunjukkan potensi besar Kota Cirebon sebagai destinasi wisata yang menarik, baik untuk wisata budaya maupun alam.
”Cirebon memiliki daya tarik wisata yang lengkap, mulai dari budaya, sejarah, hingga wisata bahari. Ini adalah kesempatan untuk terus meningkatkan promosi pariwisata,” terang Agus Sukmanjaya.
Disbudpar Kota Cirebon juga menjamin fasilitas dan layanan di berbagai destinasi terus ditingkatkan untuk memastikan kenyamanan wisatawan. Hal tersebut harus dilakukan untuk dapat mendorong kunjungan wisatawan yang lebih banyak, khususnya pada 2025.
Agus menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mendukung sektor pariwisata. Kesadaran untuk menjaga kebersihan dan keramahan menjadi nilai tambah yang membuat wisatawan merasa nyaman selama berkunjung ke Cirebon.
”Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, pelaku usaha, dan masyarakat, Kota Cirebon diharapkan semakin mampu bersaing sebagai destinasi wisata unggulan di tingkat nasional,” ucap Agus Sukmanjaya.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah