JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka mengalokasikan dana Rp 5 miliar dari APBD untuk mendukung pelaksanaan program makan bergizi gratis (MBG) bagi siswa di daerah itu.
Penjabat (Pj) Bupati Majalengka Dedi Supandi menyampaikan, program itu sedang disiapkan dengan menyasar 192.247 siswa. Meski demikian, pelaksanaannya akan mempertimbangkan ketersediaan anggaran dan prioritas wilayah.
Dia mengatakan, program itu bertujuan meningkatkan kualitas gizi anak-anak, sekaligus menekan angka stunting di Majalengka. ”Kami melihat kebutuhan anggaran terlebih dahulu. Jika tidak bisa dilakukan secara menyeluruh, akan dilakukan secara parsial maupun diprioritaskan untuk wilayah dengan angka stunting tinggi,” ujar Dedi Supandi seperti dilansir dari Antara.
Dia menjamin pelaksanaan program MBG di Majalengka melibatkan kelompok perempuan kepala keluarga sebagai mitra utama. Pihaknya juga memberdayakan komunitas perempuan itu di setiap wilayah Majalengka sebagai fasilitator dan penyedia katering.
”Mereka sudah diberikan pelatihan tata boga dan siap bekerja sama dengan sekolah-sekolah,” papar Dedi Supandi.
Menurut dia, langkah itu juga menjadi upaya pemberdayaan ekonomi masyarakat lokal. Pemkab Majalengka memastikan seluruh kegiatan penyediaan makanan dilakukan oleh pihak-pihak dari dalam daerah.
”Ke depan, kami tidak ingin program ini bergantung pada penyedia katering dari luar Majalengka. Semua potensi lokal akan dioptimalkan,” tutur Dedi Supandi.
Dedi menambahkan, program MBG juga mendapat dukungan dari berbagai pihak. Seperti hotel dan perusahaan yang telah terlibat dalam simulasi.
Dia mengatakan, dalam simulasi program MBG, menu makanan yang disediakan meliputi nasi, ayam kecap, sayuran, tahu, buah-buahan, dan susu, dengan biaya per paket sekitar Rp 15 ribu.
”Program ini diharapkan dapat berjalan efektif mulai awal tahun depan,” ucap Dedi Supandi.
Editor : Latu Ratri Mubyarsah