Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Cari Liburan Berkesan? Ini 15 Rekomendasi Wisata Religi Menarik di Sekitar Cirebon yang Penuh Kesakralan, Wajib Dikunjungi!

Arsyad Dena Mukhtarom • Selasa, 5 November 2024 | 22:00 WIB
Makam Sunan Gunung Jati
Makam Sunan Gunung Jati

JawaPos.com - Liburan adalah waktu yang tepat untuk menjelajahi tempat-tempat baru dan mendapatkan pengalaman berharga. Jika kamu mencari suasana tenang dan penuh makna, wisata religi di sekitar Cirebon bisa menjadi pilihan yang sempurna. Kota ini bukan hanya kaya akan sejarah, tetapi juga menyimpan berbagai lokasi sakral yang menawarkan keindahan dan ketenangan.

Menemukan tempat wisata sakral di Cirebon adalah cara yang bagus untuk menyegarkan pikiran dan jiwa. Dilansir dari berbagai sumber, inilah rekomendasi wisata religi dan sakral di sekitar Cirebon.

Wisata Pemakaman

1. Makam Sunan Gunung Jati

Rekomendasi pertama wisata religi di sekitar Cirebon adalah Makam Sunan Gunung Jati. Di sini, kamu dapat menemukan kompleks pemakaman Raden Syarif Hidayatullah, sosok penting dalam penyebaran Islam di Pulau Jawa. Banyak umat Muslim yang datang untuk berziarah dan mengambil berkah di tempat ini.

Aktivitas utama yang bisa kamu lakukan adalah wisata religi, tetapi jangan lewatkan kesempatan untuk menjelajahi keindahan arsitektur makam. Bangunan ini merupakan perpaduan budaya Jawa, Arab, dan Tiongkok, menciptakan daya tarik tersendiri.

Saat berkunjung, kamu perlu tahu bahwa akses ke makam terbatas. Pengunjung hanya diperbolehkan sampai di pintu gerbang, yang memiliki total sembilan pintu. Setiap pintu dilengkapi dengan tujuh anak tangga yang harus kamu lewati untuk mencapai makam.

2. Makam Keramat Mbah Kuwu Sangkan

Selanjutnya, ada Makam Keramat Mbah Kuwu Sangkan yang terletak di Cirebon Girang, Kecamatan Talun. Di sini, kamu bisa menemukan makam Pangeran Cakrabuana, atau yang lebih dikenal dengan Mbah Kuwu Sangkan. Ini adalah salah satu lokasi wisata religi yang juga sangat penting untuk dikunjungi setelah Makam Sunan Gunung Jati.

Suasana di sekitar makam memberikan ketenangan tersendiri. Banyak peziarah yang datang untuk berdoa dan mengenang jasa beliau dalam sejarah penyebaran agama. Selain itu, keindahan lingkungan di sekitarnya membuat tempat ini semakin menarik untuk dijelajahi.

3. Makam Buyut Trusmi

Makam Buyut Trusmi terletak di Blok Desa, Trusmi Wetan, Kecamatan Plered. Ciri khas dari kompleks makam ini adalah lapisan bata berwarna merah dan atap yang terbuat dari anyaman daun kelapa. Setiap hari Kamis malam Jumat, makam ini selalu ramai dikunjungi peziarah yang ingin memohon berkah.

Kamu akan merasakan nuansa spiritual yang kental saat berada di sini. Banyak yang percaya bahwa ziarah ke Makam Buyut Trusmi membawa keberkahan dan perlindungan.

Baca Juga: Kisah Menarik di Balik Sejarah Terbentuknya Waduk Darma Kuningan yang Perlu Kamu Ketahui

4. Wisata Keramat Sindang Pancuran

Wisata Keramat Sindang Pancuran terletak di Desa Sindang Laut, Kecamatan Lemahabang. Tempat ini terkenal dengan tujuh pancuran mata air yang dipercaya memberikan kejayaan, perlindungan, dan pengasihan. Jika kamu berkunjung, pastikan untuk mencoba merasakan keajaiban dari sumber mata air tersebut.

Di situs ini, terdapat juga 17 petilasan tokoh-tokoh penting dalam sejarah, serta makam yang menyimpan peralatan perang dari Kerajaan Pajajaran. Keberadaan warisan sejarah ini menjadikan Keramat Sindang Pancuran sebagai destinasi yang penuh makna.

5. Makam Syekh Magelung Sakti

Makam Syekh Magelung Sakti berlokasi di Karangkendal, Kecamatan Kapetakan. Tempat ini masih mempertahankan arsitektur tradisional yang rapih, dengan pondasi yang dibangun dari daun dan bata. Keaslian dan kondisi bangunan yang terjaga menambah daya tarik tempat ini.

Saat berkunjung, kamu akan merasakan aura kedamaian dan ketenangan yang mengelilingi makam. Banyak pengunjung yang datang untuk berdoa dan menghormati Syekh Magelung Sakti sebagai bagian dari perjalanan spiritual mereka.

6. Makam Putri Ong Tien

Makam Putri Ong Tien adalah tempat yang menggambarkan akulturasi budaya antara Tiongkok dan pribumi Cirebon. Putri Ong Tien, yang juga dikenal sebagai Putri Lie Ong Tien, adalah putri dari Kaisar Hong Gie dari Dinasti Ming dan sekaligus istri Sunan Gunung Jati. Hubungan pernikahan ini menjadi bukti kedekatan kedua budaya.

Makam Putri Ong Tien berada di Kompleks Makam Sunan Gunung Jati dan biasanya ramai dikunjungi terutama saat Tahun Baru Imlek. Di makam ini, kamu bisa melihat keramik kuno asli dari Tiongkok yang memperkaya sejarah Cirebon dan menambah daya tarik bagi wisatawan yang tertarik pada sejarah akulturasi budaya.

Wisata Tempat Ibadah

1. Masjid Agung Sang Cipta Rasa

Masjid Agung Sang Cipta Rasa berdiri megah sebagai salah satu masjid tertua di Cirebon, dibangun sekitar tahun 1480. Nama masjid ini bermakna mendalam, "Sang" berarti keagungan, "Cipta" berarti dibangun, dan "Rasa" berarti digunakan—sebuah simbol keagungan dan peran penting masjid ini dalam penyebaran Islam di Cirebon.

Keunikan yang tak boleh dilewatkan adalah tradisi Adzan Pitu, yaitu adzan yang dikumandangkan oleh tujuh orang muazin sekaligus. Hingga kini, masjid ini tetap aktif digunakan sebagai tempat ibadah dan menjadi tujuan wisata religi yang menarik bagi banyak orang.

2. Masjid Merah Panjunan Cirebon

Baca Juga: Resep Sup Chicken Parmesan yang Menggugah Selera, Cocok untuk Hangatkan Hati dan Puaskan Lidah di Setiap Suapan

Masjid bersejarah lainnya di Cirebon adalah Masjid Merah Panjunan, yang dibangun oleh Sunan Gunung Jati pada tahun 1481. Berlokasi di Desa Panjunan, masjid ini dikenal sebagai masjid pertama di Cirebon dan memiliki dinding berwarna merah dari bata tanpa plesteran.

Arsitektur Masjid Merah Panjunan menggabungkan gaya Jawa, Cina, dan Persia, menciptakan suasana yang unik dan menarik. Bagian mihrabnya dihiasi kaligrafi dan ornamen batu merah, menambah keindahan dan kesakralan tempat ini.

3. Tajug Agung Pangeran Kejaksan

Tajug Agung Pangeran Kejaksan adalah masjid tua yang dibangun pada tahun 1480-an oleh Pangeran Kejaksan, kakak ipar Sunan Gunung Jati. Masjid ini menjadi salah satu bangunan cagar budaya yang masih kokoh berdiri di Cirebon.

Bangunan ini memiliki desain arsitektur asli yang tetap terjaga, termasuk mimbar, tiang penopang, dan sumur yang masih utuh. Meski beberapa bagian dinding telah dipugar untuk memperkuat struktur, keaslian masjid ini tetap terasa kental.

4. Tajug Pejlagrahan

Jika kamu ingin mencari masjid tertua di Cirebon, maka Tajug Pejlagrahan adalah jawabannya. Berdiri sejak tahun 1452, masjid ini berlokasi di belakang Keraton Pakungwati. Menariknya, selain sebagai tempat ibadah, Tajug Pejlagrahan juga berfungsi sebagai tempat pertemuan warga.

Bangunan ini mencerminkan tradisi masyarakat yang memanfaatkan masjid sebagai pusat aktivitas sosial. Suasana di sekitarnya pun menambah daya tarik bagi pengunjung yang ingin merasakan ketenangan dan kesederhanaan.

5. Vihara Dewi Welas Asih

Dikenal juga dengan nama Klenteng Tiao Kak Sie, Vihara Dewi Welas Asih adalah pusat kegiatan spiritual dan budaya bagi komunitas Tionghoa di Cirebon. Vihara ini menjadi simbol toleransi dan kerukunan antaragama, dengan perayaan seperti Imlek dan Cap Go Meh yang mengundang masyarakat luas untuk berpartisipasi.

Arsitektur vihara ini memadukan elemen Tionghoa, Jawa, dan Eropa, menciptakan bangunan yang unik dan estetis. Selain sebagai tempat ibadah, vihara ini juga berfungsi sebagai pusat pertukaran budaya yang memperkaya kehidupan masyarakat.

6. Gereja Katolik Santo Yusuf

Gereja Katolik Santo Yusuf adalah gereja Katolik pertama di Jawa Barat, didirikan pada tahun 1880. Gereja ini awalnya menjadi tempat beribadah bagi komunitas Eropa di Cirebon, dengan arsitektur bergaya klasik Eropa yang menawan. Struktur asli bangunan tetap dipertahankan sebagai bagian dari upaya melestarikan warisan budaya.

Selain nilai historisnya, gereja ini menjadi simbol kerukunan antaragama di Cirebon, memperlihatkan bagaimana toleransi telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di sini.

Baca Juga: Inilah Daftar Hari Peringatan di Bulan November, Lengkap Mulai Nasional hingga Internasional

7. Taman Doa Regina Rosari

Bagi umat Katolik yang mencari ketenangan, Taman Doa Regina Rosari di Harjamukti adalah tempat yang tepat. Terletak di belakang Gereja Katolik Bunda Maria, taman doa ini menyediakan area teduh dengan pepohonan rindang dan tempat duduk yang nyaman.

Kamu juga bisa menemukan patung Bunda Maria yang dikelilingi area untuk berdoa, menciptakan suasana damai yang mendukung refleksi dan meditasi.

8. Kelenteng Talang

Kelenteng Talang di Cirebon berdiri sejak tahun 1450 dan menjadi tempat bersejarah bagi umat Tionghoa. Awalnya, kelenteng ini difungsikan untuk ibadah umat Tionghoa penganut mazhab Hanafi. Namun, seiring bertambahnya populasi, kelenteng ini pun menjadi pusat ibadah bagi penganut Konghucu.

Lokasinya yang berada di Jl. Talang, Lemahwungkuk, membuatnya mudah dijangkau. Suasana khas kelenteng yang kental dengan nilai-nilai budaya Tionghoa menambah daya tarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain dari keberagaman religi di Cirebon.

Lain-Lain

1. Gua Maria Sawer Rahmat

Bagi umat Katolik, Gua Maria Sawer Rahmat adalah destinasi ziarah yang tidak boleh dilewatkan. Berlokasi di kaki Gunung Ciremai pada ketinggian 700 meter di atas permukaan laut, kamu akan disuguhkan pemandangan alam yang memukau sepanjang perjalanan menuju gua ini. Untuk mencapai tempat ini, pengunjung perlu mendaki sekitar 464 anak tangga—perjalanan yang sepadan dengan suasana damai yang menanti di puncaknya.

Di sini, kamu dapat berdoa dengan tenang sambil menikmati sumber mata air alami dari Curug Sawer. Suasana hening dan alam yang asri membuat tempat ini cocok bagi yang ingin mencari ketenangan sambil menapaki jalan salib.

2. Petilasan Sunan Kalijaga

Destinasi religi lainnya yang menarik di Cirebon adalah Petilasan Sunan Kalijaga yang berada di Harjamukti. Tempat ini dipercaya sebagai lokasi persinggahan Sunan Kalijaga saat berkunjung ke Cirebon. Konon, beliau tinggal cukup lama di sini, menjadikannya tempat penuh kenangan dan peninggalan sejarah bagi para peziarah yang ingin mengenang jasa Wali Songo.

Dengan lokasinya yang mudah diakses di Jl. Bhakti Abri, tempat ini menjadi salah satu spot ziarah favorit bagi masyarakat yang ingin melihat jejak-jejak sejarah para wali di tanah Jawa.

(*)

Editor : Siti Nur Qasanah
#wisata sakral cirebon #rekomendasi wisata religi di sekitar cirebon