Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

OJK Catat Investor Pasar Modal di Ciayumajakuning Capai 301.598 Orang

Antara • Sabtu, 14 September 2024 | 00:37 WIB
OJK Cirebon gelar konferensi pers di Kabupaten Kuningan, Jumat (13/9). (Fathnur Rohman/Antara)
OJK Cirebon gelar konferensi pers di Kabupaten Kuningan, Jumat (13/9). (Fathnur Rohman/Antara)

JawaPos.com–Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Cirebon mencatat jumlah investor pasar modal mencapai 301.598 orang hingga Juni 2024. Itu berdasar data Single Investor Identification (SID).

Kepala OJK Cirebon Agus Muntholib mengatakan, jumlah investor itu mengalami pertumbuhan 5,66 persen sejak awal tahun ini. Seluruhnya berada di wilayah Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan (Ciayumajakuning).

”Meskipun jumlah investor pasar modal itu mengalami pertumbuhan, tetapi nilai akumulasi transaksi saham mengalami penurunan sebesar Rp 188,04 miliar atau 18,35 persen sejak awal 2024,” ujar Agus Muntholib.

Dia menjelaskan, dari jumlah investor itu, sebagian merupakan anak muda di Ciayumajakuning. Mereka sudah tertarik untuk berinvestasi saham di pasar modal.

Agus mengatakan, minat anak muda untuk berinvestasi itu bisa muncul, karena OJK Cirebon bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jawa Barat sudah menggencarkan program edukasi terkait kemudahan investasi di pasar modal.

Hingga saat ini, pihaknya telah melaksanakan 71 kegiatan edukasi secara luring maupun daring. Total jumlah peserta sebanyak 23.409 orang dari berbagai kalangan seperti pelajar, mahasiswa, maupun segmen khusus yaitu penyandang disabilitas.

Selain itu, dia mengatakan, OJK Cirebon telah meluncurkan program khusus untuk menjaring lebih banyak generasi muda agar tertarik berinvestasi di pasar modal. Sebab, dinilai cukup mudah dilakukan bagi investor pemula.

”Kami telah melakukan tujuh kali kegiatan yang berkolaborasi dengan BEI Jawa barat, untuk mengadakan Sekolah Pasar Modal (SPM) di wilayah Ciayumajakuning,” terang Agus Muntholib.

Tidak hanya investor pasar modal, OJK Cirebon juga mencatat adanya perkembangan positif terhadap kinerja dari 19 Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Ciayumajakuning sampai Juni 2024. Agus menyebutkan bahwa perkembangan ini terlihat dari beberapa indikator kunci, meskipun beberapa aspek lainnya mengalami penurunan.

Dia menguraikan salah satu indikator positif adalah peningkatan kredit yang tumbuh 1,10 persen (year on year/yoy) menjadi Rp 2,10 triliun. Itu bersamaan dengan penurunan tingkat kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) dari 24,8 menjadi 19,78 persen.

Sementara pada aspek lain, permodalan BPR tetap terjaga dengan baik, tecermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) yang mencapai 26,23 persen per Juni 2024. Agus menambahkan, untuk porsi penyaluran kredit BPR di Ciayumajakuning sudah berkontribusi sebesar 12,02 persen terhadap total kredit BPR di Jawa Barat.

”Secara keseluruhan, OJK Cirebon menilai kinerja sektor jasa keuangan di Ciayumajakuning sampai triwulan II tahun 2024 dalam kondisi stabil dan terjaga dengan pertumbuhan yang positif,” ucap Agus Muntholib.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
#cirebon #saham #ojk #investor #pasar modal #bursa