Ketua PP Muhammadiyah: Petugas Haji Indonesia Tangguh, Semangat Pelayanan Luar Biasa
Fawwaz Ralli Perdana• Minggu, 15 Juni 2025 | 18:52 WIB
Ketua PP Muhammadiyah Syamsul Anwar memberikan apresiasi kepada petugas haji Indonesia di Madinah (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Ketua Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah, Syamsul Anwar, memberikan apresiasi tinggi terhadap kinerja para petugas haji Indonesia yang dinilainya sangat tangguh. Ia menyaksikan langsung bagaimana petugas-petugas haji bekerja tanpa mengenal lelah di Tanah Suci.
Syamsul Anwar membagikan pengalamannya saat berbincang dengan sejumlah petugas haji. Mereka menceritakan bagaimana harus berjalan kaki bolak-balik dari hotel ke lokasi jamaah dan terus melayani tanpa henti selama di Armuzna.
"Saya tanya, ke sini pakai apa? Jawabnya, "dari hotel jalan Pak terus antar jamaah, jalan pulang lagi ke sini." Selama di Armuzna mereka terus berjalan karena diminta terus berjalan oleh petugas Arab Saudi. Jadi saya bilang, ‘kaki Anda memang kaki unta’, artinya sangat tangguh," ujar Syamsul Anwar di Madinah, Kamis (12/6/2025), dilansir dari kemenag.go.id.
Syamsul sendiri mengaku kesulitan mengikuti perjalanan ibadah haji yang melelahkan. Ia memuji stamina para petugas yang masih muda dan kuat, serta mendoakan agar seluruh jerih payah mereka diganjar pahala berlipat oleh Allah SWT.
"Alhamdulillah, mudah-mudahan semua perjuangan itu dilipatgandakan pahalanya oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala," ucapnya penuh doa.
Lebih jauh, Syamsul Anwar menilai secara umum pelaksanaan ibadah haji oleh jamaah Indonesia berjalan dengan baik meskipun menghadapi berbagai tantangan fisik dan logistik selama prosesi.
"Kita wajib memanjatkan puji dan syukur kepada Allah SWT. Kita telah selesai menyelenggarakan ibadah haji bagi masyarakat Indonesia yang tahun ini berhaji di Tanah Suci," ujarnya mengajak bersyukur.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kerajaan Arab Saudi yang telah memberikan banyak kemudahan serta membuka ruang negosiasi yang bermanfaat dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.
"Menurut saya, alhamdulillah jamaah kita dapat melaksanakan ibadah haji walaupun dengan sangat melelahkan dan banyak tantangan. Ini tentu sebuah kesuksesan," imbuhnya.
Dalam kesaksiannya sebagai anggota Amirulhaj, Syamsul menceritakan pengalamannya saat melepas kepulangan jamaah asal Lombok di Bandara Madinah. Ia mengaku terharu mendengar kelegaan para jamaah yang telah menuntaskan rukun haji mereka.
"Saya tanya, bagaimana Pak? ‘Alhamdulillah, kami sudah merasa tenang dapat melaksanakan ibadah haji dengan baik.’ Nah, ini semua kita syukuri kepada Allah SWT," ungkapnya.
Menurut Syamsul, evaluasi tetap dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan di masa mendatang. Hal ini penting agar penyelenggaraan ibadah haji Indonesia terus meningkat dari tahun ke tahun.
Lebih jauh, Syamsul mengingatkan pentingnya membina jamaah haji agar memahami makna spiritual haji secara mendalam, bukan sekadar menunaikan ritual-ritual fisik semata.
"Yang lebih penting dipahamkan kepada jamaah kita adalah nilai-nilai haji itu sendiri untuk sesudah haji, pasca haji," jelas guru besar hukum Islam UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tersebut.
Ia menyoroti pentingnya menghidupkan semangat pengorbanan (kurban) dalam kehidupan sehari-hari sebagai bekal menghadapi tantangan ekonomi yang kian kompleks di masa depan.
Syamsul menegaskan bahwa semangat berkurban demi kemaslahatan bersama harus terus dikembangkan di tengah-tengah masyarakat pasca menunaikan ibadah haji.