Cirebon Bae Lifestyle Viralpedia Wisata dan Kuliner

Menag Nasaruddin Umar Kunjungi AS: Terima Penghargaan hingga Bahas Produk Halal dan Toleransi

Fawwaz Ralli Perdana • Kamis, 15 Mei 2025 | 12:00 WIB

Menteri Agama Nasaruddin Umar saat bersiap bertolak ke Amerika Serikat dari Bandara Soekarno-Hatta (Dok. kemenag.go.id)
Menteri Agama Nasaruddin Umar saat bersiap bertolak ke Amerika Serikat dari Bandara Soekarno-Hatta (Dok. kemenag.go.id)
JawaPos.com - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar bertolak ke Amerika Serikat (AS) pada Rabu (14/5/2025) untuk menjalankan serangkaian agenda penting yang mencakup isu toleransi beragama, kerja sama ekonomi syariah, hingga pembinaan WNI. Kunjungan ini sekaligus menjadi langkah diplomasi budaya dan agama yang strategis di tingkat global.

Dalam keterangannya, Menag menyampaikan bahwa ia telah mendapat izin dari Presiden untuk melakukan kunjungan itu. Salah satu agenda utama adalah menerima gelar kehormatan Honoris Causa dari Harford di New York, Connecticut, sebagai bentuk penghargaan atas kontribusinya dalam membangun harmoni antarumat beragama.
 
"Saya memenuhi undangan dari Amerika Serikat dan sudah minta izin ke Presiden. Agenda yang pertama, saya diberikan award Honoris Causa dari Harford di New York, di Connecticut," ujar Menag Nasaruddin Umar, dilansir dari kemenag.go.id.
 
Baca Juga: Lepas Kloter Pertama Haji 2025, Menag: Ini Perjalanan Menuju Langit, Jaga Niat dan Kesehatan
 
Agenda kedua Menag selama di AS adalah memenuhi undangan dari United States Department of State. Ia diminta berbagi pengalaman Indonesia dalam menjaga keberagaman dan memelihara suasana damai antarkelompok agama.
 
"Indonesia dipandang berhasil dalam membangun suasana toleransi. Itu yang akan kami sampaikan, bagaimana prosesnya dan nilai-nilai apa yang mendasari keberhasilan tersebut," jelasnya.
 
Menurut Menag, pengalaman Indonesia bisa menjadi inspirasi global di tengah meningkatnya intoleransi di berbagai belahan dunia. Ia juga menekankan bahwa toleransi merupakan fondasi penting bagi perdamaian dan stabilitas sosial.
 
Agenda ketiga Menag di AS adalah menjalin kerja sama bilateral di bidang halal dan ekonomi syariah. Nasaruddin akan bertemu dengan lembaga yang memiliki peran dalam pengembangan standar halal internasional dan konektivitas ekonomi antarnegara.
 
"Pertemuan ini akan membahas potensi kerja sama lebih luas dalam produk halal. Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar tentu punya peran penting di bidang ini," terangnya.
 
Ia menambahkan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan misi Kemenag dalam memperkuat ekosistem industri halal nasional dan memperluas jejaring ke pasar global. Kesepakatan yang dicapai diharapkan membuka peluang ekspor produk halal Indonesia ke Amerika.
 
Agenda keempat adalah pembinaan terhadap komunitas Warga Negara Indonesia (WNI) di Amerika Serikat, khususnya dalam hal pencatatan perkawinan. Menag menyebut hal ini penting untuk memastikan kesesuaian dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.
 
"Kita akan melakukan beberapa pembinaan bagaimana perkawinan orang-orang Indonesia di Amerika. Pencatatan perkawinan itu harus ada agar diakui secara hukum," ujarnya.
 
Kementerian Agama sebelumnya telah melakukan koordinasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) terkait pembinaan ini. Namun demikian, Menag membuka kemungkinan akan adanya penyesuaian dan penguatan sistem di masa mendatang.
 
"Dua tahun lalu kita sudah pernah melakukan koordinasi dengan pihak KBRI, tapi mungkin nanti ada perkembangan-perkembangan baru yang teman-teman dari Amerika perlu ketahui," pungkasnya.
 
Kunjungan Menag ini juga menjadi bagian dari strategi diplomasi lunak Indonesia untuk memperkuat citra sebagai negara yang moderat, terbuka, dan aktif menjalin kerja sama internasional.
 
Baca Juga: Menag Nasaruddin Umar Hadiri Forum Yayasan Hadis di Madinah, Bawa Agenda Besar untuk Indonesia
 
Editor : Candra Mega Sari
#penghargaan #amerika serikat #toleransi #Menag Nasaruddin Umar