Minggu, 19 Juli 2026
Logo

Waspada! Inilah 7 Makanan yang Harus Dihindari Penderita Asam Lambung agar Tidak Kambuh

Jumat, 6 Feb 2026 | 19:01 WIB

Makanan dan minuman yang menjadi pemicu asam lambung naik (Dok. Freepik)
Makanan dan minuman yang menjadi pemicu asam lambung naik (Dok. Freepik)
JawaPos.com - Asam lambung yang naik ke kerongkongan sering kali menyebabkan rasa panas di dada (heartburn) yang sangat mengganggu kenyamanan, terutama setelah makan. Melansir dari kanal YouTube Kunci Sehat, kondisi ini sangat dipengaruhi oleh faktor gaya hidup, mulai dari stres, paparan asap rokok, hingga pola makan yang buruk.


Agar gejala tidak sering kambuh dan aktivitas tetap lancar, penderita perlu disiplin dalam menjaga asupan dengan menghindari jenis makanan dan minuman pemicunya berikut ini:

1. Coklat 

Coklat memang memiliki banyak manfaat, tetapi kandungan metil xantin di dalamnya dapat membuat otot sfingter esofagus bawah menjadi lebih rileks. Ketika otot ini melemah, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu rasa panas di dada serta leher.

Selain itu, konsumsi coklat berlebihan juga dapat meningkatkan produksi asam lambung sehingga gejala bisa makin berat. Penderita sebaiknya membatasi atau menghindari konsumsi coklat untuk menjaga stabilitas lambung.

2. Makanan Pedas

Makanan pedas mengandung capsaicin yang dapat memperlambat proses pencernaan dan meningkatkan iritasi pada lambung. Hal ini membuat makanan berada lebih lama di dalam lambung sehingga memicu peningkatan produksi asam.

Selain itu, capsaicin dapat memicu rasa terbakar di perut dan memperparah gejala asam lambung. Bagi penderita, makanan pedas sebaiknya dihindari demi mencegah kekambuhan.

3. Makanan Tinggi Lemak

Lemak dapat memperlambat pengosongan lambung sehingga asam lambung terus diproduksi dalam jumlah lebih banyak. Makanan seperti gorengan, keju, jeroan, daging olahan, hingga daging merah berlemak tinggi bisa menjadi pemicu utama.

Selain meningkatkan produksi asam, lemak juga dapat melemahkan sfingter esofagus sehingga asam lebih mudah naik. Mengurangi asupan lemak akan membantu menjaga kerja lambung tetap optimal.

4. Buah Sitrus

Buah sitrus seperti jeruk, lemon, dan grapefruit mengandung asam sitrat tinggi yang dapat mengiritasi lambung. Kandungan asam ini dapat melemahkan otot sfingter esofagus sehingga asam lambung lebih mudah naik.

Jika ingin tetap mengonsumsi buah, penderita dapat memilih buah-buahan rendah asam seperti pisang, pepaya, atau melon. Ini lebih aman dan membantu mencegah gejala asam lambung kambuh.

5. Bawang-bawangan

Bawang merah, bawang putih, dan bawang bombai dapat memicu peningkatan produksi gas dan membuat lambung tidak nyaman. Jenis bawang tertentu juga diketahui dapat melemahkan sfingter esofagus.

Akibatnya, asam lambung lebih mudah naik ke kerongkongan dan memicu rasa panas serta nyeri perut. Sebaiknya gunakan bawang secara terbatas atau pilih olahan yang lebih ringan.

6. Minuman Beralkohol

Alkohol dapat merangsang produksi asam lambung dan mengiritasi dinding lambung. Sebuah metaanalisis pada jurnal Alcohol and Alcoholism tahun 2019 menunjukkan bahwa alkohol dalam jumlah berapa pun bisa meningkatkan risiko refluks asam.

Jenis minuman seperti wine, bir, atau koktail sebaiknya dihindari oleh penderita. Mengurangi alkohol akan membantu menjaga kestabilan lambung dan mencegah gejala kambuh.

7. Minuman Berkafein dan Bersoda

Kopi, teh, minuman berenergi, serta minuman bersoda dapat merangsang peningkatan produksi asam lambung. Kafein juga dapat melemahkan sfingter esofagus sehingga memperburuk gejala refluks.

Selain itu, minuman bersoda mengandung gas karbonasi yang dapat menambah tekanan pada lambung. Kombinasi ini membuat risiko asam lambung naik semakin besar.

Itulah 7 pantangan makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari oleh penderita asam lambung. Mengatur pola makan dan memilih makanan yang lebih aman dapat membantu mengurangi gejala sekaligus menjaga kenyamanan tubuh.

Selain itu, penting juga untuk menerapkan gaya hidup sehat seperti berhenti merokok, menghindari makan sebelum tidur, mengelola stres, serta makan dalam porsi kecil namun lebih sering. Dengan kebiasaan yang teratur, kesehatan lambung dapat lebih terjaga dan risiko kekambuhan dapat diminimalkan.


Artikel Terkait

Tips Ngopi Aman saat Puasa bagi Penderita GERD, Hindari Waktu Sahur!

Tips Ngopi Aman saat Puasa bagi Penderita GERD, Hindari Waktu Sahur!

Simak panduan waktu terbaik minum kopi, porsi aman, dan tips sahur dari dr. Tirta agar lambung tetap nyaman selama puasa.

Gigi Kuat dan Bebas Plak, Ini 5 Pilihan Makanan Terbaik untuk Kesehatan Mulut

Gigi Kuat dan Bebas Plak, Ini 5 Pilihan Makanan Terbaik untuk Kesehatan Mulut

Rutin konsumsi 5 makanan ini untuk menjaga kesehatan gigi, gusi, dan mikrobioma mulut Anda secara alami!

Kaya Protein dan Omega-3, Intip 5 Makanan untuk Merangsang Pertumbuhan Rambut

Kaya Protein dan Omega-3, Intip 5 Makanan untuk Merangsang Pertumbuhan Rambut

Konsumsi 5 makanan kaya nutrisi ini untuk memperkuat akar rambut dan merangsang pertumbuhan alami.

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia