Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Diskominfo Kuningan Tuntaskan Blankspot di 48 Desa

Senin, 13 Apr 2026 | 22:43 WIB
Ilustrasi pedesaan di Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)
Ilustrasi pedesaan di Kabupaten Kuningan. (Fathnur Rohman/Antara)

 

JawaPos.com–Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Kuningan menuntaskan pemerataan jaringan telekomunikasi di 48 desa sebagai bagian dari komitmen menghadirkan konektivitas digital inklusif. Sebelumnya desa-desa tersebut berstatus blankspot.

Kepala Bidang Infrastruktur TIK Diskominfo Kabupaten Kuningan Heri Juheri mengatakan, sejak 2018 terdapat 48 desa yang tidak terjangkau sinyal seluler. Sehingga hal itu menghambat akses komunikasi dan layanan dasar masyarakat.

”Sebanyak 48 desa tersebut awalnya benar-benar blankspot atau tidak memiliki sinyal sama sekali. Padahal akses komunikasi dan internet saat ini menjadi kebutuhan dasar,” ujar Heri Juheri dilansir dari Antara.

Dia mengatakan saat ini telah dilaksanakan pemasangan perangkat sektoral makro di Desa Gunung Aci dan Desa Situ Gede, Kecamatan Subang, Kuningan, yang menjadi tahap akhir program penghapusan blankspot di daerah itu.

Heri menjelaskan, penuntasan blankspot tersebut merupakan hasil proses bertahap yang melibatkan pendataan wilayah, koordinasi dengan penyedia layanan, serta pembangunan infrastruktur telekomunikasi sejak beberapa tahun terakhir.

Diskominfo, lanjut dia, juga mendorong penataan jaringan dan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pemerataan akses digital di seluruh wilayah Kabupaten Kuningan.

”Monitoring dilakukan bersama pihak Telkomsel wilayah Cirebon guna memastikan perangkat yang telah dipasang berfungsi optimal dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tutur Heri Juheri.

Dia menambahkan, saat ini, jaringan sudah mulai dimanfaatkan masyarakat, meskipun masih dalam tahap pengembangan menuju layanan yang lebih stabil dan optimal.

”Perangkat jaringan yang terpasang saat ini masih bersifat sementara sambil menunggu pembangunan infrastruktur permanen seperti menara. Namun layanan komunikasi sudah dapat dirasakan masyarakat,” terang Heri Juheri.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

Pemkot Cirebon Hadirkan 11 SPKLU Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemkot Cirebon Hadirkan 11 SPKLU Dukung Ekosistem Kendaraan Listrik

Pemkot Cirebon menghadirkan 11 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di sejumlah aset daerah untuk mendukung pengembangan ekosistem kendaraan listrik

Kemenhaj Sebut 2.576 Calon Haji Asal Cirebon Siap Berangkat dari Kertajati

Kemenhaj Sebut 2.576 Calon Haji Asal Cirebon Siap Berangkat dari Kertajati

Kemenhaj Kabupaten Cirebon mencatat sebanyak 2.576 calon jamaah haji siap diberangkatkan pada musim haji 2026. Mereka berangkat melalui Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati

Wali Kota Cirebon Sebut Layanan Adminduk Bisa Diproses Satu Jam

Wali Kota Cirebon Sebut Layanan Adminduk Bisa Diproses Satu Jam

Wali Kota Effendi Edo menyebutkan layanan administrasi kependudukan di Disdukcapil Kota Cirebon dapat diproses dalam waktu sekitar satu jam melalui program Setara atau Sejam Tanpa Terasa

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia