Sabtu, 18 Juli 2026
Logo

Pemkab Majalengka Prioritaskan Penguatan Pendidikan Kesetaraan

Kamis, 4 Des 2025 | 07:17 WIB
Bupati Majalengka Eman Suherman memaparkan program pendidikan kesetaraan di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)
Bupati Majalengka Eman Suherman memaparkan program pendidikan kesetaraan di Majalengka. (Pemkab Majalengka/Antara)

JawaPos.com–Pemerintah Kabupaten Majalengka menyatakan pendidikan kesetaraan sebagai program prioritas daerah. Salah satunya dilakukan melalui penguatan peran pemerintah desa dalam penganggaran, pendampingan, dan fasilitasi program.


Bupati Majalengka Eman Suherman mengatakan langkah tersebut menjadi bagian penting untuk mempercepat penanganan anak tidak sekolah (ATS) serta meningkatkan rata-rata lama sekolah (RLS). Bupati menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) guna memastikan seluruh desa mampu mengalokasikan Dana Desa bagi penyelenggaraan Paket B dan Paket C.

”Kami meminta desa memiliki data ATS secara akurat, terutama warga usia hingga 24 tahun, agar intervensi pendidikan dapat dilakukan lebih tepat sasaran,” kata Eman Suherman seperti dilansir dari Antara.

Dia menegaskan pendidikan adalah tanggung jawab bersama dan tidak hanya menjadi urusan sekolah atau Dinas Pendidikan (Dispendik) namun pemerintah desa, dinas terkait, hingga masyarakat harus terlibat.

”Melalui kolaborasi lintas sektor, kami berharap percepatan penanganan ATS dan peningkatan RLS di Majalengka dapat tercapai lebih efektif,” ujar Eman Suherman.

Sementara itu, Kepala Dispendik Majalengka Muhamad Umar Ma’ruf menyebutkan pendidikan kesetaraan menjadi elemen penting dalam peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) dan daya saing daerah. RLS Majalengka pada 2025 baru mencapai 7,81 tahun, tertinggal dari angka nasional 9,07 tahun maupun Jawa Barat 9,14 tahun.

Umar mengatakan peningkatan RLS dapat dicapai melalui kolaborasi berkelanjutan yang melibatkan seluruh desa.

”Kami sudah melakukan penandatanganan MoU antara Pemkab Majalengka dan desa, terkait implementasi program kesetaraan,” ungkap Muhamad Umar Ma’ruf.

Terkait pendidikan, dia menekankan pula pentingnya kebijakan yang berpihak kepada guru mengingat tantangan profesi semakin kompleks di era digital. Pemkab Majalengka terus memperkuat program pendidikan melalui peningkatan kompetensi guru, penguatan literasi, serta penyediaan sarana prasarana yang lebih baik.

”Saat ini ada sekitar 13 ribu guru di Majalengka yang bertugas di 343 desa dan kelurahan pada 26 kecamatan,” ucap Muhamad Umar Ma’ruf.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah
Bagikan:

Artikel Terkait

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

DPRD Jabar temukan 33 SMA/SMK di Cirebon-Kuningan Masih Menumpang

Komisi V DPRD Jawa Barat menyebut 33 bangunan SMA dan SMK di Kota Cirebon, Kabupaten Cirebon, dan Kuningan, hingga kini masih berdiri menumpang di lahan milik desa

Pemkab Kuningan Meluruskan Permasalahan Terkait Besaran TGR Disdikbud

Pemkab Kuningan Meluruskan Permasalahan Terkait Besaran TGR Disdikbud

Sekda Kuningan menyatakan, nilai TGR yang harus dikembalikan berdasar rekomendasi Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) sebesar Rp 3,2 miliar.

Bupati Cirebon Pastikan Kekosongan Kepala Sekolah Sudah Dituntaskan

Bupati Cirebon Pastikan Kekosongan Kepala Sekolah Sudah Dituntaskan

Bupati Cirebon Imron pastikan kekosongan jabatan kepala sekolah telah dituntaskan setelah melantik 116 kepala sekolah tambahan

Berita Terkini

Populer

LogoGraha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Telepon / Fax:
021-53699659 / 021-5349207
Epaper
Akses EpaperBerlangganan Koran Jawa Pos Digitalhttps://digital.jawapos.com
Download Google PlayDownload App Store
© 2026 PT. Jawa Pos Grup Multimedia