Polisi Dalami Dugaan Sindikat Pengemis di Makam Sunan Gunung Jati Cirebon

JawaPos.com–Kepolisian Resor (Polres) Cirebon Kota sedang mendalami dugaan adanya sindikat pengemis yang beroperasi di kawasan wisata religi Makam Sunan Gunung Jati. Terutama yang melibatkan anak di bawah umur.
Kepala Polres Cirebon Kota AKBP Eko Iskandar mengatakan, pihaknya tidak akan ragu menempuh langkah hukum apabila ditemukan unsur pidana dalam praktik mengemis di lokasi tersebut.
”Kalau ada indikasi eksploitasi anak atau keterlibatan jaringan tertentu, tentu akan kami proses sesuai hukum yang berlaku,” kata Eko Iskandar seperti dilansir dari Antara.
Dia menyampaikan saat ini sedang dilakukan penertiban pengemis, pengamen, dan oknum penjaga kotak amal oleh tim gabungan dari forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda). Forkopimda telah melakukan sejumlah rapat bersama instansi terkait serta menjalin komunikasi dengan pihak Keraton Kanoman Cirebon yang menyatakan dukungan terhadap langkah penertiban tersebut.
”Kita ingin kondisi tetap tertib dan nyaman bagi para peziarah. Kesultanan dan masyarakat sekitar sangat mendukung,” ujar Eko Iskandar.
Dari pendataan sementara, kata dia, jumlah pengemis yang pernah terdeteksi di kawasan itu mencapai sekitar 300 orang, meskipun angkanya bersifat fluktuatif karena banyak yang datang dari luar daerah.
”Inilah yang jadi tantangan. Karena mobilitasnya tinggi, kita susun sistem siapa berbuat apa dan siapa bertanggung jawab agar wilayah ini tidak terkesan bebas,” tutur Eko Iskandar.
Dia menjelaskan, untuk menjaga ketertiban, sebanyak 41 personel gabungan dikerahkan setiap hari agar tidak ada praktik mengemis di kawasan tersebut. Selain tindakan lapangan, forkopimda pun menyiapkan program pembinaan jangka panjang berupa pelatihan profesi dan pembekalan etika kepada masyarakat sekitar kawasan wisata religi.
Kapolres menegaskan seluruh upaya tersebut bertujuan menciptakan lingkungan yang aman, tertib, dan layak sebagai destinasi wisata keagamaan di wilayah Cirebon.
”Ini warisan leluhur yang harus dijaga bersama. Kalau langkah ini dilakukan konsisten, kawasan ini akan menjadi kebanggaan bagi Cirebon,” ucap Eko Iskandar.






