Nama "Tapel" berasal dari kata Jawa "taplok" yang berarti menempelkan adonan. Kue ini telah ada sejak abad ke-18, awalnya populer di kalangan masyarakat keturunan Tionghoa di Cirebon. Meskipun tidak sepopuler beberapa kue lainnya, Kue Tapel tetap dicari oleh penduduk lokal dan wisatawan sebagai bagian dari warisan kuliner Cirebon yang patut dilestarikan.
Mengutip dari laman Cookpad Puspitasari Anggradewi, berikut adalah resep membuat kue tapel pisang kepok khas Cirebon dan enak.
Bahan-Bahan
Kulit
- 45 gram kelapa parut
- 15 gram tepung beras
- 55 gram tepung ketan
- 100 cc air (sesuaikan dengan kondisi kelapa, apakah basah atau kering)
Isian
- 6 sdm ketan matang (bisa menggunakan kue ketan siap pakai)
- 4 buah pisang kepok matang
- 8 sdm gula merah sisir
Cara Membuat
1. Gunakan pisang kepok yang sudah matang agar mudah dipenyet. Potong pisang menjadi beberapa bagian agar lebih mudah saat dipenyet.
2. Dalam mangkuk, campurkan kelapa parut, tepung beras, dan tepung ketan. Aduk rata hingga tercampur sempurna.
3. Tuangkan air sedikit demi sedikit sambil terus mengaduk hingga adonan terasa kental dan bisa dipenyet, namun tidak terlalu padat.
4. Siapkan ketan kukus (atau beli kue ketan). Penyet ketan hingga mudah diratakan.
5. Panaskan teflon dengan api sedang. Pastikan teflon benar-benar panas agar adonan tidak lengket.
6. Masukkan 2 sdm adonan kulit dan ratakan tipis-tipis menggunakan spatula. Jika ingin versi tradisional, bisa menggunakan daun pisang yang dilipat-lipat untuk memberi aroma khas daun bakar.
7. Setelah kulit adonan diratakan, tambahkan ketan di atasnya, ratakan, lalu tambahkan pisang kepok dan taburi gula merah sisir di atasnya.
8. Tutup teflon dan masak dengan api kecil. Biarkan gula merah mencair dan pisang menyatu dengan gula. Tekan-tekan sedikit agar isiannya merata. Setelah itu, lipat adonan menjadi dua.
9. Sajikan kue tapel pisang kepok selagi hangat.