JawaPos.com - Protein merupakan nutrisi penting yang dibutuhkan tubuh agar bisa berfungsi dengan baik.
Selain bertindak sebagai zat pembangun yang mempercepat pemulihan serta pertumbuhan jaringan pasca-cedera atau olahraga, protein juga siap menjadi sumber energi alternatif saat tubuh membutuhkannya.
Namun sayangnya, defisiensi protein masih menjadi masalah kesehatan yang cukup umum. Hal ini bisa terjadi akibat kurangnya asupan makanan bergizi, adanya pantangan diet tertentu, maupun kondisi medis lainnya.
Dilansir dari NDTV, kekurangan asupan protein ini dapat menimbulkan sejumlah gejala pada tubuh yang perlu Anda perhatikan.
Baca Juga: Bukan Cuma Stres, Ini 4 Tanda di Wajah saat Tubuh Kekurangan Protein
1. Edema
Edema adalah kondisi yang ditandai dengan pembengkakan pada kaki dan perut.
Ketika kadar protein menurun, tubuh menahan cairan sehingga gagal mencegah kebocoran cairan ke jaringan di sekitarnya.
Edema merupakan gejala kekurangan protein parah yang membutuhkan perhatian segera.
2. Hilangnya Massa Otot
Kekurangan protein dapat menyebabkan hilangnya massa dan kekuatan otot sehingga menyulitkan aktivitas fisik.
Bahkan kekurangan protein sedang pun dapat menyebabkan penyusutan otot, terutama pada lansia.
3. Kekebalan Tubuh yang Buruk
Kekurangan protein dapat memengaruhi sistem kekebalan tubuh.
Akibatnya, individu yang kekurangan protein menjadi lebih rentan terhadap infeksi dan penyakit karena tubuh tidak memiliki antibodi yang memadai.
4. Masalah Rambut, Kulit, dan Kuku
Rambut rontok, kuku rapuh, dan kulit kering dapat terjadi akibat tidak mendapatkan cukup protein karena jaringan-jaringan ini membutuhkan protein untuk menjaga kesehatannya.
5. Nafsu Makan Meningkat
Protein dapat membuat Anda kenyang lebih lama, mengurangi asupan kalori secara keseluruhan, dan mendukung penurunan berat badan.
Ketika Anda tidak mengonsumsi cukup protein, Anda mungkin akan lebih sering mengemil.
Kekurangan protein juga dapat menyebabkan penurunan gula darah, yang memicu keinginan untuk mengonsumsi makanan manis.
6. Penyembuhan Luka yang Lambat
Luka mungkin memerlukan waktu lebih lama untuk sembuh karena tidak cukupnya protein yang dibutuhkan untuk perbaikan dan regenerasi.
7. Pertumbuhan Terhambat
Pada anak-anak, kekurangan protein dapat menyebabkan keterlambatan pertumbuhan dan perkembangan.
Baca Juga: Jangan Berlebihan! Ini 5 Bahaya Konsumsi Protein Terlalu Banyak bagi Tubuh
Editor : Candra Mega Sari